Survei BI: Kinerja Penjualan Eceran Mei Diprediksi Melambat 0,9%



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diperkirakan masih melambat secara bulanan (month to month/mtm). Namun, tekanan tersebut mulai mereda seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Survei Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2026 diperkirakan terkontraksi sebesar 0,9% (mtm), jauh lebih baik dibandingkan kontraksi 11,6% (mtm) pada April 2026.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perbaikan secara bulanan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penjualan pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.


Baca Juga: DJP Jaring 2,75 Juta Wajib Pajak Baru di 2026, Kontribusi Capai Rp 726 Miliar

Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi diprakirakan tumbuh 2,2% (mtm) setelah pada April 2026 terkontraksi 9,4% (mtm). Sementara itu, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya diperkirakan meningkat 2,0% (mtm) setelah sebelumnya turun 5,9% (mtm).

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh permintaan masyarakat pada periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak," ujar Denny dalam keterangan resminya, Kamis (11/6).

Sementara itu, kinerja penjualan eceran juga masih berada di zona kontraksi secara tahunan. BI memperkirakan IPR Mei 2026 sebesar 225,0 atau terkontraksi 3,2% (year on year/yoy), meski lebih baik dibandingkan kontraksi 3,7% (yoy) pada April 2026.

Kinerja tahunan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Barang Lainnya.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori diperkirakan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,6% (yoy) dengan indeks 157,5. Sementara Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh 1,8% (yoy) dengan indeks 84,5 dan Kelompok Barang Lainnya naik 0,7% (yoy) dengan indeks 85,0.

Di sisi lain, sejumlah kelompok masih mengalami kontraksi, terutama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang turun 4,0% (yoy), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang turun 2,2% (yoy), serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang terkontraksi 17,5% (yoy).

Baca Juga: Polri: Berkas Perkara 3 Tersangka Kasus DSI Lengkap, Sudah Dilimpahkan ke Kejagung

Sebagai perbandingan, pada April 2026 IPR tercatat sebesar 226,9. Secara bulanan, penjualan eceran saat itu terkontraksi 11,6% (mtm) seiring normalisasi permintaan masyarakat setelah periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan mendatang atau Juli 2026 relatif stabil. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 sebesar 175,8, relatif tidak berubah dibandingkan IEH Juni 2026 yang sebesar 175,6.

Sementara untuk enam bulan mendatang atau Oktober 2026, tekanan harga diprakirakan meningkat. IEH Oktober 2026 tercatat sebesar 167,6, lebih tinggi dibandingkan IEH September 2026 sebesar 163,2, terutama didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News