Survei BI: Persepsi Konsumen Atas Ekonomi Melemah, Penghasilan & Lapangan Kerja Turun



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Persepsi konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini mengalami pelemahan pada September 2026.

Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada September 2026 sebesar 107,5. Angka tersebut turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di level 109,4.

Meski mengalami penurunan, IKE masih berada di level optimistis atau di atas 100. Artinya, konsumen masih memiliki persepsi yang cukup kuat terhadap kondisi ekonomi saat ini.


Dalam laporan survei BI tersebut, tetap kuatnya IKE pada September 2026 tercermin dari seluruh komponen pembentuknya yang masih berada di level optimistis.

Baca Juga: Survei BI: Keyakinan Konsumen Terjaga, Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah

"Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat tecermin dari IKE September 2026 sebesar 107,5 berada pada level optimis, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 109,4," tulis laporan tersebut, Kamis (8/10/2026).

Adapun tiga komponen pembentuk IKE, yakni Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG), masing-masing tercatat sebesar 114,6, 101,1, dan 106,7 pada September 2026.

Dibandingkan dengan Agustus 2026, IPSI dan IKLK mengalami penurunan dari masing-masing sebesar 118,0 dan 104,0, sementara IPDG meningkat tipis dari 106,1.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada mayoritas kelompok pengeluaran. Namun, kelompok dengan pengeluaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta berada pada level pesimis.

Sementara itu, indeks penghasilan saat ini tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta, yakni sebesar 121,4.

Berdasarkan kelompok usia, indeks penghasilan saat ini tertinggi tercatat pada kelompok usia 20 tahun sampai 30 tahun, yaitu sebesar 128,2.

Dari sisi ketersediaan lapangan kerja, persepsi konsumen menunjukkan perbedaan berdasarkan tingkat pendidikan. Responden dengan pendidikan akademi atau diploma, sarjana, dan pascasarjana masih mencatatkan indeks pada level optimistis.

Sebaliknya, responden berpendidikan SMA berada pada level pesimistis. Indeks ketersediaan lapangan kerja pada kelompok ini juga mengalami penurunan menjadi 96,9.

Baca Juga: Investasi IWIP Bakal Tembus US$ 27 Miliar, Serap 117.000 Tenaga Kerja

Berdasarkan kelompok usia, indeks ketersediaan lapangan kerja masih berada di level optimistis pada kelompok usia 20 tahun sampai 30 tahun. Sementara kelompok usia lainnya berada pada level pesimistis.

Sementara itu, persepsi konsumen terhadap pembelian barang tahan lama juga menunjukkan perbedaan berdasarkan tingkat pengeluaran.

Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) berada di level optimistis pada kelompok pengeluaran di atas Rp 3,1 juta. Adapun kelompok pengeluaran lainnya masih berada di level pesimistis.

Indeks tertinggi tercatat pada kelompok dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta, yakni sebesar 116,0.

Berdasarkan kelompok usia, IPDG tertinggi tercatat pada kelompok usia 20 tahun sampai 30 tahun sebesar 116,1, diikuti kelompok usia 31 tahun sampai 40 tahun sebesar 109,2.

Secara spasial, penurunan IKE terbesar terjadi di Mataram, Bandung, dan Ambon. Sementara peningkatan IKE tertinggi tercatat di Pontianak, Medan, dan Makassar.

Dengan melihat data tersebut dapat diartikan, meski persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih berada di zona optimistis, namun penurunan IKE menunjukkan adanya sedikit pelemahan keyakinan konsumen dibandingkan bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News