Survei Dicoding: Produktivitas 90% Developer Terdongkrak Berkat AI Generatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dicoding mencatat mayoritas talenta digital di Indonesia mulai merasakan dampak signifikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan. Hal ini tercermin dari hasil survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang diluncurkan dalam ajang Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.

Dalam survei yang melibatkan 3.163 responden, sebanyak 9 dari 10 developer profesional mengaku mengalami peningkatan produktivitas sebesar 20% hingga lebih dari 50% berkat penggunaan AI generatif dalam alur kerja mereka.

CEO Dicoding Narenda Wicaksono mengungkapkan, tren ini menunjukkan peran AI sebagai akselerator, meski peran manusia tetap krusial dalam inovasi teknologi. Kata dia, sebanyak 63% developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. 


Baca Juga: Lego Buka Store Terbesar di Asia Tenggara, Kemendag Dorong Indonesia Jadi Produsen

"Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah sebelas tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar 6,5 triliun rupiah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).

Selain itu, survei juga menunjukkan 75% developer profesional menilai keterampilan praktis teknologi perlu dipelajari di luar pendidikan formal. Hal ini menegaskan pergeseran pola pembelajaran menuju platform non-formal berbasis industri.

Chief Learning Officer Dicoding Oon Arfiandwi menambahkan, peluang karier di bidang teknologi tetap terbuka luas meski terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi global.

"Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan bahwa perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan 'apakah belajar teknologi masih relevan?' terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," jelasnya.

Dukungan terhadap pengembangan talenta digital juga datang dari pemerintah. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menyebut ajang ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan jejaring developer nasional.

Secara industri, temuan ini mempertegas bahwa adopsi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga mengubah cara belajar dan kebutuhan keterampilan di pasar tenaga kerja. Perusahaan lintas sektor kini menjadi motor penyerapan talenta digital, seiring percepatan transformasi digital di berbagai industri.

Melalui kolaborasi dengan mitra seperti DBS Foundation, IBM, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Lintasarta, Dicoding menargetkan percepatan pencetakan talenta digital yang adaptif terhadap era AI-first.

Baca Juga: Aturan DHE SDA Belum Jelas, APBI Waspadai Tekanan Likuiditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News