KONTAN.CO.ID - Tim nasional Prancis diprediksi bakal menundukkan Spanyol untuk mengangkat trofi emas Piala Dunia pada laga final tanggal 19 Juli 2026 mendatang. Sementara itu, pemegang lima gelar juara dunia, Brasil, justru diperkirakan akan menjadi tim raksasa yang paling mengecewakan (
biggest flop). Rangkuman tersebut merupakan hasil survei terbaru dari kantor berita
Reuters terhadap ratusan ekonom dunia Senin (8/6/2026), yang secara berkelakar mengakui bahwa menebak hasil akhir sepak bola jauh lebih sulit daripada memprediksi laju inflasi.
Baca Juga: Abaikan Peringatan Donald Trump, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jantung Iran Bagi 160 responden dari hampir seluruh benua, jajak pendapat yang diadakan empat tahun sekali ini menjadi pelarian yang menyenangkan dari rutinitas menyusun prakiraan makroekonomi, di tengah era perang geopolitik, guncangan energi, serta perdebatan inflasi yang tak kunjung usai. Tugas mereka kali ini adalah menganalisis turnamen edisi terbesar dalam sejarah sepak bola, melibatkan 48 tim dengan total 104 pertandingan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama oleh tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Peta Kekuatan Kandidat Juara Menurut Jajak Pendapat Berdasarkan survei yang digelar sejak 11 Mei hingga 5 Juni, skuad Les Bleus berada di posisi teratas sebagai calon kuat peraih trofi emas, bersaing ketat dengan beberapa tim raksasa lainnya:
- Prancis (35% suara): Dijagokan untuk menambah bintang ketiga di jersi mereka. Angka ini selaras dengan tren di berbagai platform pasar taruhan global seperti Polymarket. Jika terwujud, pelatih Didier Deschamps akan menjadi pelatih kedua dalam sejarah (setelah Vittorio Pozzo dari Italia pada 1938) yang memenangkan dua Piala Dunia, sekaligus satu-satunya orang yang memenangkannya sebagai pemain (1998) dan pelatih.
- Spanyol (31% suara): Menempati urutan kedua, didorong oleh performa konsisten dan kedalaman skuad muda mereka.
- Tiga Besar Lainnya: Melengkapi posisi lima besar berturut-turut adalah sang juara bertahan Argentina (yang saat ini memuncaki peringkat FIFA), disusul oleh Portugal dan Inggris.
Baca Juga: Nvidia Gandeng LG dalam Pengembangan Robot Humanoid dan Data Center "Setelah kekecewaan di final 2022, Prancis tampak memiliki kelengkapan skuad yang jauh lebih baik untuk melangkah lebih jauh kali ini," ujar Cathal Kennedy, ekonom senior di RBC London. "Skuad mereka mempertahankan pilar-pilar utama yang kini mencapai puncak karier, ditambah kemunculan bintang-bintang baru dari Paris Saint-Germain, serta kondisi Kylian Mbappe yang dipastikan bugar." Dominasi Kylian Mbappe dan Harry Kane Penyerang anyar Real Madrid, Kylian Mbappe, menjadi pilihan utama para ekonom untuk menyabet penghargaan individu Golden Ball (Pemain Terbaik) sekaligus Golden Boot (Top Skor). Posisi Mbappe ditempel ketat oleh kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang baru saja menyelesaikan musim terbaik dalam kariernya lewat torehan 61 gol bersama Bayern Munchen. Kedua penyerang ini juga berpeluang memecahkan rekor bersejarah. Mbappe (koleksi 12 gol Piala Dunia) dan Kane (8 gol) tengah mengejar rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia yang saat ini dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose (16 gol), serta megabintang Argentina, Lionel Messi (13 gol).
Baca Juga: China Kirim Kapal ke Timur Taiwan, Menhan Wellington Koo: Ini Perang Kognitif Menggunakan Intuisi (
Gut Feeling) Ketimbang Data Matematika Menariknya, mayoritas ekonom justru mengesampingkan rumus matematika dalam menentukan pilihan mereka kali ini:
- 73% Responden: Mengaku memilih murni berdasarkan insting atau perasaan (gut feeling).
- 20% Responden: Mengandalkan pemodelan data ekonomi dan statistik performa tim untuk merumuskan pandangan bersama.
- 8% Responden: Memilih berdasarkan loyalitas negara, melahirkan prediksi kejutan (fairytale) seperti dua orang memilih Jepang, satu orang memilih Meksiko, dan satu orang memilih Maroko.
Baca Juga: Kendalikan Diplomasi Timur Tengah, Trump ke Netanyahu: Saya yang Menentukan Proyeksi Tim Kuda Hitam dan Kategori Mengecewakan Bagi tim Samba Brasil, hasil survei ini membawa kabar kurang sedap. Meski kini dinakhodai oleh pelatih kawakan Carlo Ancelotti, hampir sepertiga responden tetap memilih Brasil sebagai tim raksasa yang paling berpotensi tampil mengecewakan, diikuti oleh Inggris dan Jerman. Sebaliknya, Norwegia yang dimotori oleh striker haus gol Manchester City, Erling Haaland, dijagokan oleh 21% responden sebagai tim kuda hitam (
underdog) yang paling siap memberikan kejutan besar, mengungguli Jepang yang meraup 15% suara. Untuk nominasi bintang baru yang paling dinanti (breakout star), penyerang muda Spanyol berusia 18 tahun, Lamine Yamal, sukses menempati urutan teratas dari 46 nama yang masuk dalam daftar. Sementara pos kiper terbaik (Golden Glove) diperebutkan oleh Mike Maignan (Prancis), Emiliano Martinez (Argentina), dan Unai Simon (Spanyol).
Baca Juga: Kendalikan Diplomasi Timur Tengah, Trump ke Netanyahu: Saya yang Menentukan Tantangan Inflasi dan Tiket Termahal Sepanjang Sejarah Di luar urusan lapangan hijau, para ekonom menyoroti tantangan logistik raksasa yang dihadapi penyelenggara.
Mahalnya harga tiket pertandingan, biaya akomodasi penginapan yang melambung tinggi, serta ongkos transportasi lintas tiga negara memicu kekhawatiran bahwa edisi 2026 akan menjadi Piala Dunia paling mahal sepanjang sejarah bagi para penggemar. Lebih dari 60% ekonom bahkan menyatakan bahwa memproyeksikan angka inflasi global untuk tahun 2026 masih jauh lebih mudah daripada menebak negara mana yang akan membawa pulang trofi sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Anjlok Terdalam dalam 3 Bulan Senin (8/6), Yen Tembus Level 160 "Kita setidaknya tahu kapan turnamen Piala Dunia ini akan berakhir. Sebaliknya, menebak kapan krisis pasokan energi global akan usai, itu hal yang mustahil," pungkas Ozan Can Turkmen, ekonom di Sekerbank Turki.