Survei Igloo: 92% Pembeli Asuransi Perjalanan Mendahulukan Perlindungan Medis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesadaran masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan sebelum bepergian makin meningkat. Warga Indonesia terutama membeli asuransi perjalanan untuk memenuhi kebutuhan perlindungan biaya medis.

Ini terlihat dari laporan bertajuk How Indonesian Buy Travel Insurance, yang dirilis oleh perusahaan asuransi digital alias insurtech Igloo, Rabu (26/8/2026). Laporan tersebut dibuat berdasarkan data transaksi perjalanan di Igloo.co.id sepanjang 2025.

Laporan tersebut mencatat, dari sisi kebutuhan perlindungan, biaya medis menjadi perhatian utama konsumen. Sebanyak 92% pelanggan memilih Medical Care Coverage dalam polis yang mereka beli.


Pilihan perlindungan lainnya antara lain perlindungan terhadap kematian akibat kecelakaan. Tercatat sekitar 62% konsumen membeli perlindungan ini.

Baca Juga: Igloo Insurtech Catat 55% Penawaran Premi Sukses Menjadi Polis di 2025

Di posisi berikutnya ada perlindungan terhadap keterlambatan perjalanan, kehilangan barang pribadi, serta keterlambatan bagasi. Porsi konsumen yang membeli masing-masing perlindungan tersebut mencapai 61%, 60%, dan 54%.

Sementara perlindungan terhadap Covid-19 kini menjadi kekhawatiran yang paling kecil. Porsi konsumen yang memilih perlindungan ini hanya 23%. Padahal sebelumnya, perlindungan terhadap Covid-19 sempat menjadi yang paling laris.

Kendati begitu, warga Indonesia tampaknya masih lebih suka membeli asuransi perjalanan secara dadakan. Laporan Igloo mencatat, mayoritas polis asuransi perjalanan dibeli dalam waktu kurang dari sepekan sebelum keberangkatan.

Median jarak antara saat calon pelanggan meminta penawaran (quote) dan waktu keberangkatan hanya dua hari. Bahkan, sekitar 30% pembelian polis dilakukan tepat pada hari keberangkatan.

Baca Juga: KISI Siap Jadi Penjamin Emisi Sukuk Daerah Sumatra Barat, Target Terbit 2027

Secara keseluruhan, 67% pembelian polis dilakukan dalam tujuh hari sebelum perjalanan. Pola ini berbeda antara perjalanan domestik dan internasional.

Pelancong domestik rata-rata baru membeli asuransi satu hari sebelum keberangkatan. Sedangkan pelancong internasional memiliki waktu persiapan lebih panjang, yakni sekitar enam hari.

“Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan bahwa orang-orang tidak merencanakan perlindungan perjalanan mereka. Mereka membelinya saat teringat, biasanya pada malam hari, atau bahkan tepat di hari keberangkatan,” tutur  Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo, dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Karena itu, Igloo menyusun strategi pemasaran berdasarkan kebiasaan konsumen tersebut. Mehta menyebut, Igloo memastikan pengalaman pelanggan dalam mengakses aplikasinya ringkas dan mudah dipahami, serta dapat diselesaikan melalui perangkat seluler hanya dalam hitungan menit.

Mehta menyebut, hal ini juga yang mendasari pengembangan fitur akal imitasi (AI) terbaru Igloo, yaitu Igi. Ini merupakan agen AI berbasis obrolan yang memandu pelanggan mulai dari tahap pencarian informasi hingga penyelesaian pembelian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News