Survei membuktikan, mayoritas warga AS ingin Trump dimakzulkan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Nampaknya Presiden AS Donald Trump makin tak populer di mata warganya sendiri. Hal ini terlihat dari survei terbaru yang mencatat lebih banyak warga AS yang ingin Trump dilengserkan dari jabatannya.

Meski, tak lama lagi presiden AS terpilih Joe Biden sebenarnya bakal diangkat jadi pengganti Trump, yakni pada 20 Januari 2021 nanti.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan ABC News/Ipsos yang dilakukan sejak kerusuhan di Gedung Capitol pada hari Rabu lalu menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika menginginkan Trump turun dari jabatannya.


Baca Juga: Semakin parah, China catat kasus harian corona tertinggi dalam lima bulan

Mayoritas responden yakni 56% mengatakan Trump harus dicopot dari jabatannya. Sementara hanya 43% responden yang menilai Trump tak perlu dimakzulkan.

Persentase tinggi dari responden Amerika yang ingin Trump turun dari jabatannya terjadi karena Partai Demokrat di DPR sudah berencana untuk memperkenalkan resolusi pemakzulan terhadap Trump.

Persentase ini lebih tinggi ketimbang saat Demokrat memulai penyelidikan pemakzulan terhadap Trump pada September 2019.

Sebelum Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan penyelidikan itu, hanya sekitar 40% warga Amerika yang setuju untuk memakzulkan dan menyingkirkan Trump. 

Fakta bahwa begitu banyak orang Amerika ingin Trump dicopot, memang, secara historis belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Baidu gandeng Geely untuk bikin mobil listrik

Sebagai contoh persentase orang Amerika yang menginginkan Bill Clinton dimakzulkan setelah perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky terkuak tidak pernah naik lebih dari 40%.

Demikian pula, persentase orang Amerika yang menganggap Richard Nixon harus dicopot atau harus mundur dari jabatannya hanya sekitar 40% ketika DPR memilih untuk secara resmi memulai penyelidikan pemakzulan pada Februari 1974 silam.

Selanjutnya: Cegah penyebaran corona, China lockdown sebuah kabupaten di Provinsi Heilongjiang

Editor: Tendi Mahadi