Survey Indikator: Banyak parpol yang elektabilitas tak sampai 4%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indikator Politik Indonesia (Indikator) merilis hasil survei terbarunya pada Rabu (26/9). Salah satu hal yang dipotret disurvei itu yakin elektabilitas partai politik 7 bulan depan pemilu 2019.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan, PDI Perjuangan masih menjadi parpol dengan elektabilitas teratas. "Sebanyak 22,9% responden memilih PDI-P," ujarnya saat memaparkan hasil survei di Kantor Indikator.

Di bawah PDI-P, ada Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ini lah lima partai dengan elektabilitas tertinggi.


Selain itu, survei Indikator juga memotret sejumlah partai politik yang elektabilitas tak sampai 4%. Padahal, angka itu adalah ambang batas parpol masuk ke parlemen.

Meski ada 10 parpol yang elektabilitasnya tak sampai ambang batas, Burhanuddin memilih hati-hati dan tak menyebut partai tersebut dipastikan tak akan lolos ke senayan.

Sebab, ada margin of error survei sebesar 2,9%. Selain itu responden yang belum menentukan pilihan juga masih tinggi mencapai 24,7%.

Survei Indikator dilakukan pada 1-6 September 2018. Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan multistage random sampling di seluruh Indonesia.

Metode survei yang digunakan yakni dengan wawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Adapun margin of error rata-rata sebesar plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Berikut elektabilitas parpol hasil survei Indikator:

1. PDI-P (22,9%)

2. Partai Golkar (11,4%)

3. Partai Gerindra (10,7%)

4. Partai Demokrat (6,8%)

5. PKB (6,2%)

6. PKS (4%)

7. PPP (3,7%)

8. Partai Nasdem (3,4%)

9. Perindo (2,5%)

10. PAN (2%)

11. Partai Hanura (0,8%)

12. PSI (0,2%)

13. PBB (0,2%)

14. Partai Garuda (0,2%)

15. PKPI (0,2%)

16. Partai Berkarya (0%)

(Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Survei Indikator, Banyak Parpol Masih Terancam Gagal Lolos ke Senayan"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie