Surya Pratiwi (SPTO) Catat Penurunan Pendapatan Sebesar 36,12% pada Semester I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) mencatat penurunan pendapatan dan kenaikan laba bersih di semester I 2023.

Melansir keterbukaan informasi laporan keuangan semester I 2023, emiten produsen alat sanitasi ini mencetak pendapatan Rp 1,22 triliun. Nilai ini menurun 36,12% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 di angka Rp 1,91 triliun. 

Lebih jauh, pendapatan ini disokong oleh kontribusi penjualan barang lokal senilai Rp 1,05 triliun, barang impor senilai Rp 147,05 miliar dan sewa senilai Rp 22,83 miliar. Pos laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat di angka Rp94,64 miliar alias naik 18,70% dari perolehan di tahun lalu Rp79,73 miliar.


Melihat hal ini, Irene Hamidjaya Direktur SPTO menilai kinerja yang tercatat di sepanjang semester I 2023 masih stabil sebagaimana yang juga masih terjadi di kuartal III 2023.

Baca Juga: Kinerja Medikaloka Hermina (HEAL) Bakal Lebih Sehat Berkat Kunjungan Pasien BPJS

"Kinerja Perseroan masih tetap stabil di kuartal III 2023, hal ini juga didukung oleh permintaan retail yang cukup stabil," ujarnya singkat kepada Kontan belum lama ini.

Pada paparan publik yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, SPTO juga menyebutkan tahun ini pihaknya akan bergerak cukup konservatif. SPTO juga tidak memberikan angka pasti yang dibidik soal target pendapatan dan laba 2023. 

Namun demikian, pihaknya menargetkan volume produksi entry level sanitary atau produk saniter yang menyasar pasar menengah ke bawah bisa tumbuh 5% di tahun ini. 

SPTO juga menggelontorkan alias menyiapkan dana capital expenditure (capex) senilai Rp 50 miliar tahun ini. Irene melanjutkan, hingga Juni 2023 pihaknya telah menyerap dana capex Rp 40 miliar. SPTO sendiri juga pernah menyampaikan anggaran capex ini akan fokus digunakan untuk pemeliharaan atau maintenance

"Untuk strategi khusus hingga akhir tahun, kami fokus pada pemasaran dan promosi untuk customer retail," paparnya lagi.

Baca Juga: Bintraco Dharma (CARS) Yakin Bisnis Makin Melaju di Semester II 2023

Lebih lanjut, pada pos aset SPTO tercatat ada di angka Rp 3,19 triliun atau meningkat 2,57% secara year to date (YTD).

Lalu liabilitas meningkat 5% di angka Rp 1,05 triliun dari Rp 1,00 triliun di akhir 2022. Lalu ekuitas ada di angka Rp 2,13 triliun atau naik 1,42% dari Rp 2,10 triliun secara YTD. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi