KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (
SSIA) menurunkan target pendapatan di tahun 2026 menjadi Rp 7,2 triliun. VP Investor Relations & Sustainability SSIA Erlin Budiman mengatakan, langkah SSIA menggeser target tersebut dari target awal di posisi Rp 7,5 triliun pada tahun 2026. “Ada sedikit pergeseran menjadi Rp 7,2 triliun karena ada beberapa hal-hal yang pending dari sisi penjualan atau juga peralihan kontrak Nusa Raya (NRCA),” ujarnya dalam Public Expose Live SSIA, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Kantongi Restu RUPS, NexAI (MGLV) Resmi Masuki Bisnis AI Data Center Meskipun turun, target pendapatan SSIA di tahun ini masih bisa tumbuh 63% secara tahunan alias
year on year (YoY). “Dari sisi
net profit juga masih ditargetkan di Rp 400 miliar, yaitu masih mencapai kenaikan 570% YoY,” ungkapnya. Sebagai perbandingan, pendapatan usaha SSIA tercatat Rp 4,42 triliun dengan rugi bersih Rp 89,36 miliar di tahun 2025. Erlin menjelaskan, SSIA menganggarkan anggaran belanja alias
capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,2 triliun di tahun 2026. Sebesar Rp 1,5 triliun didedikasikan untuk pembangunan Subang Smartpolitan yang terdiri dari akuisisi lahan dan juga pengembangan lahan. Per hari ini, capex yang digunakan sudah Rp 330 miliar.
Kemudian, Rp 330 miliar dianggarkan untuk kelanjutan Paradisus by Melia Bali. Anggaran yang terserap sudah Rp 200 miliar. “Di awal-awal tahun masih ada beberapa bidang proyek yang memang masih kami teruskan. Sisanya ada sebagian kecil untuk ada NRCA dan untuk hotel lainnya,” paparnya. Per Juni 2026, total pendapatan SSIA tercatat Rp 3,3 triliun, naik 58,4% YoY. Alhasil, laba bersih SSIA di periode ini sebesar Rp 263 miliar, naik 911,8% YoY. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News