Suryacipta Bidik Ekspansi Investasi di Subang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola kawasan industri masih melihat peluang pertumbuhan investasi manufaktur di Indonesia, terutama di Jawa Barat yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama penanaman modal asing (PMA).

PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menilai ekosistem industri di Jawa Barat relatif matang sehingga tetap menarik bagi investor asing yang ingin berekspansi di Asia Tenggara.

General Manager Sales & Tenant Relation Suryacipta Binawati Dewi mengatakan, minat investor asing masih terlihat dalam sejumlah pertemuan bisnis yang dilakukan perusahaan dengan calon investor di Hong Kong awal Maret lalu.


“Investor masih melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi di kawasan," katanya dalam siaran pers di akhir pekan ini. Namun, minat investasi kini cenderung bergeser ke sektor manufaktur dengan nilai tambah lebih tinggi yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan kepastian operasional.

Menurut Dewi, tren tersebut juga tercermin dari tingkat keterisian kawasan industri yang dikelola perusahaan. Suryacipta City of Industry di Karawang disebut telah mendekati tahap matang dengan sisa lahan industri kurang dari 10 hektare.

Baca Juga: Suryacipta Swadaya Optimis Prospek Kawasan Industri Positif pada 2026

Kondisi ini menandakan kawasan tersebut hampir sepenuhnya terserap oleh tenant manufaktur yang telah beroperasi dalam beberapa tahun terakhir.

Ke depan, Suryacipta menaruh harapan pertumbuhan pada pengembangan kawasan baru, Subang Smartpolitan. Kawasan ini mulai menarik minat investor, terutama dari Korea Selatan, China, dan perusahaan domestik yang melakukan ekspansi maupun relokasi pabrik.

Menurut Dewi, kehadiran proyek infrastruktur di koridor utara Jawa Barat, seperti Tol Akses Patimban serta pengembangan Pelabuhan Patimban yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026, dinilai dapat memperkuat konektivitas kawasan industri di wilayah tersebut.

Namun demikian, pelaku industri kawasan juga mengakui daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur. Kepastian regulasi, stabilitas kebijakan industri, serta daya saing biaya produksi tetap menjadi faktor utama yang diperhitungkan investor sebelum memutuskan ekspansi manufaktur di Indonesia.

Baca Juga: Suryacipta Soroti Peluang Industri dari Hong Kong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News