KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (
SSIA), mengincar penjualan lahan (marketing sales) hingga 74 hektare di sepanjang 2026. Target tersebut terdiri dari sisa lahan seluas 14 hektare di kawasan Suryacipta City of Industry, Karawang, serta penjualan 60 hektare lahan di kawasan Subang Smartpolitan.
Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo mengatakan, perusahaan saat ini masih berfokus mengoptimalkan penjualan lahan di Karawang sebelum sepenuhnya mengalihkan pemasaran ke kawasan industri Subang Smartpolitan.
Baca Juga: Freeport Indonesia Ajukan Perpanjangan Izin Usai 2041, Ini Alasannya Meski demikian, Abednego belum dapat mengungkapkan realisasi penjualan lahan hingga semester I-2026. Menurutnya, informasi tersebut belum dapat dipublikasikan karena masih terikat perjanjian kerahasiaan dengan para tenant. “Informasi mengenai hal tersebut belum dapat kami publikasikan saat ini sehubungan dengan adanya Perjanjian Kerahasiaan yang harus kami hormati demi kenyamanan para tenant," ungkap Abednego, kepada Kontan, Kamis (6/8/2026). Dari sisi permintaan, Suryacipta masih melihat minat investasi datang dari berbagai sektor industri. Selain data center, manufaktur, kendaraan listrik, dan logistik, perusahaan mulai menerima permintaan dari sektor infrastruktur. "Ya, selain itu, kami juga mulai menerima permintaan baru dari industri infrastruktur seperti fiber optic," ungkap Abednego. Permintaan investasi tersebut berasal dari investor domestik maupun asing. Namun, investor asal Tiongkok dan Korea Selatan masih menjadi kontributor utama, diikuti minat yang tetap positif dari Jepang dan Taiwan. Dari sisi ketersediaan lahan, Abednego optimistis sisa lahan di kawasan Suryacipta City of Industry akan terserap hingga akhir tahun. Selanjutnya, pengembangan perusahaan akan berpusat di Subang Smartpolitan yang memiliki luas mencapai 2.717 hektare atau sekitar dua kali lebih besar dibandingkan kawasan Suryacipta City of Industry. Selain mengandalkan penjualan lahan, Suryacipta juga membidik pertumbuhan dari pendapatan berulang (recurring income) pada semester II-2026. Kontribusi tersebut berasal dari layanan pengelolaan kawasan (estate management), penyediaan utilitas, serta penyewaan ruang perkantoran dan area ritel.
Baca Juga: Target Transaksi Indonesia Shopping Festival Rp 38 Triliun, CELIOS: Terlalu Ambisius “Kontribusi utamanya berasal dari layanan pengelolaan kawasan (estate management) dan penyediaan utilitas, serta penyewaan ruang perkantoran dan area ritel," tutur Abednego.
Di tengah ketidakpastian global, perusahaan mengakui tantangan utama bisnis kawasan industri masih berasal dari dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi dunia. Untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun, perusahaan menjalankan sejumlah strategi. Di antaranya membidik sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti ekosistem EV, otomotif, high-tech manufacturing, dan logistik. Suryacipta juga mengandalkan keunggulan konektivitas Subang Smartpolitan yang terintegrasi dengan jalan tol dan akses langsung menuju Pelabuhan Patimban melalui Tol Akses Patimban guna meningkatkan efisiensi logistik bagi investor. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News