Suryacipta Swadaya Kejar Penjualan Lahan 74 Hektar hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), optimistis target penjualan lahan industri sepanjang 2026 dapat tercapai. Optimisme ini sejalan dengan masih kuatnya daya tarik kawasan industri yang dikelola perusahaan.

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo menyampaikan, perusahaan menargetkan penjualan lahan sebesar 14 hektar di Suryacipta City of Industry, Karawang dan 60 hektar di Subang Smartpolitan sepanjang tahun ini.

“Kami sangat optimis target tahun ini dapat tercapai secara optimal. Keunggulan strategis kawasan dan kuatnya efek domino pada ekosistem menjadi faktor penggerak utama,” ungkap Abednego, kepada Kontan.co.id, Kamis (28/5). 


Ia melanjutkan, kehadiran sejumlah perusahaan manufaktur besar menjadi katalis positif bagi pengelola kawasan industri. Hal ini karena jaringan penyuplai (suppliers) ikut masuk ke kawasan demi menjaga efisiensi rantai pasok. 

Baca Juga: Waskita Karya Realty (WKR) Siapkan Strategi Agresif untuk Dongkrak Kinerja 2026

Meski demikian, pihaknya belum dapat mempublikasikan realisasi penjualan lahan industri hingga April 2026 sehubungan dengan Perjanjian Kerahasiaan dengan para tenant. 

Dari sisi permintaan, sektor otomotif masih menjadi kontributor utama, terutama kendaraan listrik dan industri pendukungnya, lalu diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan. 

Adapun, untuk komposisi asal investor, permintaan masih didominasi investor asing atau mencapai 90% dari total inquiry yang masuk. Dominasi investor asing tersebut tidak terlepas dari tren ekspansi rantai pasok yang masih berlangsung.

“Saat ini, kontribusi terbesar berasal dari China, Korea dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang,” ujarnya.

Untuk menjaga pertumbuhan penjualan lahan, perusahaan menjalankan sejumlah strategi. Pertama, Suryacipta Swadaya  meningkatkan nilai tambah kawasan melalui penyediaan layanan investasi untuk memberikan asistensi kepada para tenant mulai dari pre-investasi hingga operasional bisnis. 

Kedua, Suryacipta juga memperkuat kolaborasi strategis dengan para stakeholders untuk aktif mempromosikan potensi Indonesia kepada investor asing, khususnya mereka yang pertama kali masuk ke pasar nasional. 

Ketiga, kami berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur di dalam dan ke kawasan guna menjamin kepastian operasional yang efisien bagi para tenant,” pungkasnya. 

Hingga akhir 2026, perusahaan melihat investor masih cenderung mengambil sikap hati-hati sebelum merealisasikan investasi. Menurutnya, dibutuhkan penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan untuk mendorong realisasi investasi di sepanjang tahun ini. 

Baca Juga: Peta Persaingan Ekonomi Digital Berubah, Fiber Optik Jadi Penentu Utama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News