JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti prihatin di tengah persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang genderangnya sudah gemuruh penuh awal tahun ini, perdagangan Indonesia justru banyak diliputi kegiatan ilegal. "Kita mau bersaing di MEA. Tapi kita kebanjiran barang impor ilegal, barang sumber daya alam kita diekspor juga ilegal. Terus Indonesia ini sisanya mau dapat apa? Devisa juga tidak parkir di tempat kita," kata Susi di Jakarta, Selasa (12/1). Selain itu, Susi mencontohkan, dalam budidaya mutiara oleh perusahaan- perusahaan asing, buruh-buruh setempat yang dipekerjakan sangat minim. Mereka pun hanya ditugasi untuk menjaga mutiara tersebut, tanpa diberikan pengetahuan atau transfer teknologi, misalnya teknologi penyuntikan.
Susi: Mau bersaing MEA, tapi banyak ekspor ilegal
JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti prihatin di tengah persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang genderangnya sudah gemuruh penuh awal tahun ini, perdagangan Indonesia justru banyak diliputi kegiatan ilegal. "Kita mau bersaing di MEA. Tapi kita kebanjiran barang impor ilegal, barang sumber daya alam kita diekspor juga ilegal. Terus Indonesia ini sisanya mau dapat apa? Devisa juga tidak parkir di tempat kita," kata Susi di Jakarta, Selasa (12/1). Selain itu, Susi mencontohkan, dalam budidaya mutiara oleh perusahaan- perusahaan asing, buruh-buruh setempat yang dipekerjakan sangat minim. Mereka pun hanya ditugasi untuk menjaga mutiara tersebut, tanpa diberikan pengetahuan atau transfer teknologi, misalnya teknologi penyuntikan.