Susul ASII-ADRO-BBNI, Saham Blue Chip Ini akan Buyback Rp 2 T Mulai 1 April 2026
Rabu, 01 April 2026 06:28 WIB
Oleh: Avanty Nurdiana | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Satu lagi emiten yang akan buyback atau melakukan pembelian kembali saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terbaru, emiten saham berkarakteristik blue chip ini akan dilakukan buyback saham dengan anggaran jumbo. Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman dan memiliki fundamental keuangan yang kuat. Saham blue chip di BEI biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar, mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Di BEI, saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45. Salah satu anggota LQ45 yang baru saja mengumumkan rencana buyback adalah PT United Tractors Tbk (UNTR).
Manajemen UNTR mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun. Langkah ini dilakukan di tengah tren penguatan harga saham UNTR dalam sebulan terakhir. Baca Juga: IHSG Dalam Fase Downtrend, Intip Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Rabu (1/4/2026) Pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, harga saham UNTR berada di level 31.050, turun tipis 75 poin atau 0,24% dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, dalam satu bulan terakhir saham ini telah menguat signifikan sebesar 2.350 poin atau 8,19%. Manajemen perusahaan yang bergerak di sektor alat berat ini menyatakan bahwa buyback saham bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. “Pelaksanaan buyback saham ini demi meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan kondisi fundamental UNTR,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026). Sebagai anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), UNTR menetapkan anggaran buyback maksimal Rp 2 triliun. Pelaksanaan buyback ini tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, serta tetap menjaga porsi saham publik (free float) minimal 7,5%. Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan. Periode buyback saham dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Perusahaan juga memastikan memiliki kondisi kas dan modal yang kuat untuk menjalankan aksi ini tanpa mengganggu operasional bisnis. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp 15,2 triliun, total aset Rp 177,6 triliun, dan ekuitas Rp 103,1 triliun. Dengan asumsi buyback Rp 2 triliun, total aset diproyeksikan menjadi Rp 175,6 triliun dan ekuitas menjadi Rp 101,1 triliun. Manajemen menambahkan bahwa pelaksanaan buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap wajar sesuai kondisi pasar dan regulasi yang berlaku. Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor, sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis dan fundamental perusahaan ke depan. Tonton: CHINA PETAKAN DASAR LAUT DUNIA?! Persiapan Perang dengan AS?
Daftar Buyback Saham Catatan KONTAN, ada banyak emiten yang melakukan buyback saham pada kuartal II 2026 ini. Berikut rincian buyback saham di BEI pada April 2026:
PT Astra International Tbk (ASII) berencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun, periode pelaksanaan 16 Maret hingga 15 Juni 2026.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyiapkan dana Rp 4 triliun untuk buyback yang dijadwalkan mulai 20 April 2026 hingga 12 bulan ke depan.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) siapkan Rp 448,69 miliar untuk buyback saham pada 17 April 2026 hingga 17 April 2027.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menganggarkan dana Rp 905,48 miliar untuk buyback saham pada periode 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) telah lebih dulu menjalankan buyback dengan dana Rp 1 triliun sejak 7 Maret hingga 7 Juni 2026.
Strategi Baru AS Hadapi Drone Murah Iran: Lawan Murah dengan Murah!