KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargetkan perolehan 2.200 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Target tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang penjualan Suzuki pada semester II-2026, seiring peluncuran penyegaran Suzuki XL7 yang mulai dipasarkan secara nasional. Meski tidak menetapkan target penjualan khusus untuk XL7, Suzuki optimistis model low sport utility vehicle (LSUV) tersebut mampu memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan pasar hybrid yang semakin ketat.
Baca Juga: Pendapatan Metrodata Electronics (MTDL) Naik 16,7% pada Semester I-2026 4W Sales Assistant to Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Randy Murdoko mengatakan, perusahaan lebih memilih menetapkan sasaran pangsa pasar ketimbang target volume penjualan untuk XL7. "Kalau secara target penjualan sebenarnya kita tidak punya angka spesifik berapa target penjualan dari XL7 ini. Tapi kita melihat bagaimana kondisi market di semester kedua, bagaimana respons konsumen terhadap
launching ini," ujar Randy, Rabu (29/7/2026). Menurut dia, Suzuki membidik pangsa pasar XL7 sebesar 20% di segmen LSUV tiga baris. "Kami mencanangkan target
market share XL7 berada di angka 20% dari segmen LSUV tiga baris. Kami yakin angka ini adalah target yang sangat realistis untuk dicapai oleh XL7," tambahnya. Sementara itu, 4W Marketing Head PT Suzuki Indomobil Sales Harold Donnel mengungkapkan, selama GIIAS 2026 Suzuki menargetkan total penjualan sebanyak 2.200 SPK untuk seluruh lini kendaraan. "Target penjualan di GIIAS sendiri adalah 2.200 SPK secara total," katanya.
Baca Juga: Demand Properti Melambat, Pembeli Beralih ke Rumah Secondary dan Kota Penyangga Harold mengatakan, Suzuki telah memulai produksi XL7 terbaru sejak Juli 2026. Unit kendaraan juga sudah didistribusikan ke jaringan dealer sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama untuk menerima kendaraan. "Saat ini unit display dan
test drive sudah tersedia di seluruh dealer. Per 29 Juli, XL7 sudah siap dibeli di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya. Optimisme Suzuki terhadap prospek pasar otomotif pada semester II juga didukung strategi pemasaran yang diperluas. Perseroan tidak hanya mengandalkan pameran GIIAS, tetapi juga menggelar peluncuran serentak XL7 di 12 kota besar Indonesia untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyegaran XL7. "Bersamaan dengan peluncuran XL7 di GIIAS 2026, kami bersama mitra main dealer Suzuki mengadakan peluncuran serupa di 12 kota. Inisiatif tersebut menjadi apresiasi yang kami berikan atas rasa penasaran dan reaksi positif publik setelah mendapatkan informasi terkait sejumlah pembaruan pada model favorit ini," ujarnya.
Baca Juga: Strategi Prime Agri Resources (SGRO) Optimalkan Produktivitas CPO hingga Akhir 2026 Peluncuran regional tersebut digelar di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Pekanbaru, Batam, Palembang, Medan, dan Bandung hingga awal Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat melihat langsung pembaruan XL7, berkonsultasi dengan tenaga penjual, serta memanfaatkan berbagai program penjualan dan hadiah langsung. Dari sisi pemasaran, Suzuki juga menyiapkan strategi terintegrasi untuk menjaga momentum penjualan pada semester II. 4W Marketing Head PT Suzuki Indomobil Sales Harold Donnel mengatakan, perusahaan akan memadukan promosi melalui kanal
above the line (ATL),
below the line (BTL), digital, hingga berbagai aktivitas pameran di daerah. Menurut Harold, strategi tersebut difokuskan untuk mengingatkan kembali (
recall) konsumen terhadap XL7 yang selama ini telah memiliki basis pengguna cukup besar. "Setelah GIIAS kami juga akan melakukan banyak kegiatan
exhibition untuk semakin mengenalkan XL7 kepada konsumen. Harapannya pengguna XL7 sebelumnya bisa beralih ke XL7 yang baru," katanya. Sementara itu, Donny menjelaskan penyegaran XL7 dilakukan sebagai bagian dari siklus hidup produk. Setelah pertama kali diluncurkan pada 2020 dan menghadirkan varian hybrid pada 2023, kini Suzuki menghadirkan versi facelift pada 2026. Menurut Donny, penyegaran dilakukan berdasarkan hasil riset dan masukan konsumen. Perubahan meliputi penyegaran desain eksterior dan interior serta penambahan fitur seperti 360 View Camera, Digital Video Recorder (DVR), dan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga: OMODA & JAECOO Bidik 4.000 SPK di GIIAS, Optimistis Penjualan Semester II Meningkat Suzuki juga tetap mempertahankan
positioning XL7 sebagai SUV keluarga yang mengedepankan efisiensi, ketangguhan, dan value for money.
Selain pembaruan produk, Suzuki menawarkan berbagai program penjualan selama GIIAS 2026. Konsumen berkesempatan memperoleh voucher hingga Rp 2 juta untuk pembelian kendaraan, diskon aksesori hingga 25%, serta program test drive berhadiah logam mulia dan sepeda motor. Di luar penjualan, Suzuki juga menekankan kesiapan layanan purnajual sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan di segmen hybrid. Harold memastikan ketersediaan suku cadang telah dipersiapkan sebelum peluncuran produk sehingga seluruh jaringan dealer siap memberikan layanan kepada konsumen. "Kami tidak hanya menjual unit, tetapi juga memastikan bisnis aftersales berjalan baik. Sebelum peluncuran kami pastikan seluruh dealer siap dari sisi operasional maupun ketersediaan suku cadang sehingga konsumen mendapatkan pengalaman kepemilikan yang maksimal," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News