SVB Bangkrut, Kaesang Pangarep Hati-Hati Melirik Saham Digital dan E-commerce



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) menghembuskan sentimen negatif bagi saham teknologi. Kolaps bank yang banyak memberikan pembiayaan kepada startup ini turut jadi pertimbangan investasi bagi Kaesang Pangarep.

Putera bungsu Presiden Joko Widodo ini mengaku sempat ingin melirik saham teknologi sebagai pilihan investasi di 2023. Dia mencontohkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang harga sahamnya melesat dari level Rp 90-an pada awal tahun menjadi di atas Rp 120.

Tapi menimbang sentimen yang melingkupi pasar saham belakangan ini, Kaesang hati-hati melirik saham digital dan e-commerce. Dia pun urung menyentuh GOTO.


"Saya kira potensinya bagus, cuman ada SVB remuk, yo wis lah. Enggak (masuk ke saham GOTO), baru lihat-lihat saja," kata Kaesang usai acara peluncuran Lomba Trading Saham Rakyat, Selasa (14/3).

Baca Juga: Nyaris Boncos 95%, Ini Curhatan dan Saran Kaesang Saat Pasar Saham Sedang Goyang

Suami dari Erina Gudono ini lebih selektif dalam memilih saham. Jumlah koleksi saham Kaesang pun sudah jauh berkurang dari sebelumnya mencapai 20-30 saham, menjadi hanya lima saham saja. 

"Sekarang sedikit-sedikit, itu saja nggak ke monitor," imbuhnya.

Mengantongi lima saham dan waran dalam portofolio investasi, Kaesang menyampaikan salah satu koleksinya ada yang ambles hingga sempat potensi loss 95%.

Kaesang nyaris boncos karena tidak disiplin melakukan cutloss. Selain itu, dia melewatkan momentum untuk merealisasikan profit saat harga waran yang dikoleksinya sedang naik tinggi.

"Jangan sampai kayak saya minus sebanyak itu. Karena sudah minus 10%, nggak cutloss. Waran waktu tinggi lupa saya jual, sampai sekarang malah harganya tinggal segitu," terang Kaesang.

Dia enggan membuka saham dan waran yang dimaksud. Dia hanya memberikan bocoran, dari lima koleksi saat ini, di antaranya ada di sektor tambang batubara dan media entertainment.

Mengaku sebagai value investing, Kaesang tidak terlalu khawatir dengan nasib portofolio saham dan warannya saat ini. Kaesang enggan terburu-buru mengoleksi saham di tengah kondisi pasar yang volatil seperti sekarang.

Salah satu pemilik dan CEO Persis Solo ini masih wait and see untuk menambah portofolio, sembari melihat sektor mana yang prospektif di tahun ini.

"Masih terlalu awal, saya belum tahu apa yang bagus. Belum analisa, belum ada waktu, masih mengurusi bola," sebut Kaesang.

Baca Juga: Begini Respons East Ventures atas Kebangkrutan SVB

Menghadapi kondisi dan berbagai sentimen pasar saham saat ini, Kaesang menyarankan agar pelaku pasar disiplin melakukan cutloss. Strategi ini perlu untuk meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.

"Ya disiplin cutloss saja. Misalnya ada target 5%, 7%, 10%, ya sudah cutloss," imbuh Kaesang.

Sedangkan dalam mengejar cuan, Kaesang mengaku menetapkan target yang realistis, tergantung dari jenis sahamnya. Seperti cutloss, Kaesang juga menyarankan agar disiplin terhadap target profit.

"Tergantung emiten, tapi saya sudah tetapkan, kalau misalnya yakin 10%, ya sudah. Walaupun mungkin bisa naik sampai 30%, saya tetap bakal take (profit) di 10%," pungkas Kaesang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi