Jakarta. Jumlah utang luar negeri di sektor swasta masih dalam trend negatif. Bahkan data utang luar negeri swasta yang tercatat di Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2016 ini turun lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Hingga akhir Agustus lalu, jumlah utang luar negeri swasta mencapai US$ 3,3 miliar. Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 3,9% secara year on year (YoY). Sementara pada bulan sebelumnya, Juli hanya turun 3% YoY). Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir sektor swasta memang lebih rajin mencari sumber dana di dalam negeri. Beberapa alternatif pendanaan yang dibidik perusahaan-perusahaan dalam negeri adalah menerbitkan obligasi, medium term notes (MTN) atau bahkan mencarinya di pasar saham.
Swasta lebih gemari utang domestik karena ini
Jakarta. Jumlah utang luar negeri di sektor swasta masih dalam trend negatif. Bahkan data utang luar negeri swasta yang tercatat di Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2016 ini turun lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Hingga akhir Agustus lalu, jumlah utang luar negeri swasta mencapai US$ 3,3 miliar. Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 3,9% secara year on year (YoY). Sementara pada bulan sebelumnya, Juli hanya turun 3% YoY). Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir sektor swasta memang lebih rajin mencari sumber dana di dalam negeri. Beberapa alternatif pendanaan yang dibidik perusahaan-perusahaan dalam negeri adalah menerbitkan obligasi, medium term notes (MTN) atau bahkan mencarinya di pasar saham.