JAKARTA. Investor swasta masih belum melirik usaha pembibitan sapi. Meski pemerintah telah meluncurkan skim kredit usaha pembibitan usaha sapi (KUPS), tetapi pengembalian usaha (balik modal) yang terlalu lama membuat swasta lebih memilih usaha penggemukan sapi (feedloter) ketimbang pembibitan sapi. Menurut Karnadi Direktur Utama PT Karya Anugrah Rumpin, swasta enggan masuk ke dalam usaha pembibitan sapi karena balik modalnya mencapai 2,5 tahun. "Balik modal yang tidak terlalu cepat tidak menarik untuk pengusaha," kata Karnadi, Minggu (23/9). Pengusaha lebih memilih investasi di sektor yang cepat mengembalikan modal seperti usaha penggemukan sapi. Sementara itu, Direktur Utama PT Prisma Mahesa Unggul, Irvan juga mengakui pengusaha sulit untuk terjun di usaha pembibitan sapi. Selama ini yang terjadi, untuk usaha pembibitan sapi lokal, hanya sekadar memindahkan sapi dari Jawa ke Jawa atau dari Jawa ke Jabodetabek.
Swasta tak mau lirik usaha pembibitan sapi
JAKARTA. Investor swasta masih belum melirik usaha pembibitan sapi. Meski pemerintah telah meluncurkan skim kredit usaha pembibitan usaha sapi (KUPS), tetapi pengembalian usaha (balik modal) yang terlalu lama membuat swasta lebih memilih usaha penggemukan sapi (feedloter) ketimbang pembibitan sapi. Menurut Karnadi Direktur Utama PT Karya Anugrah Rumpin, swasta enggan masuk ke dalam usaha pembibitan sapi karena balik modalnya mencapai 2,5 tahun. "Balik modal yang tidak terlalu cepat tidak menarik untuk pengusaha," kata Karnadi, Minggu (23/9). Pengusaha lebih memilih investasi di sektor yang cepat mengembalikan modal seperti usaha penggemukan sapi. Sementara itu, Direktur Utama PT Prisma Mahesa Unggul, Irvan juga mengakui pengusaha sulit untuk terjun di usaha pembibitan sapi. Selama ini yang terjadi, untuk usaha pembibitan sapi lokal, hanya sekadar memindahkan sapi dari Jawa ke Jawa atau dari Jawa ke Jabodetabek.