Swiss Melaju ke 16 Besar Piala Dunia, Riyad Mahrez Akhiri Karier di Timnas Aljazair



KONTAN.CO.ID - Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menundukkan Aljazair dengan skor 2-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung Kamis (2/7/2026).

Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan kemenangan pertama Swiss di fase gugur Piala Dunia sejak 1938.

Baca Juga: Pemukim Israel Rebut Rumah Warga Palestina di Tepi Barat, Ketegangan Meningkat Lagi


Dua gol kemenangan Swiss dicetak oleh Breel Embolo pada babak pertama dan Dan Ndoye selepas turun minum.

Di babak berikutnya, Swiss akan menghadapi pemenang laga Kolombia versus Ghana di Vancouver pekan depan.

Pelatih Murat Yakin dinilai berhasil merancang strategi yang efektif menghadapi Aljazair, yang ditangani mantan pelatih Swiss, Vladimir Petkovic.

Swiss memilih bermain disiplin dengan menyerap tekanan lawan sebelum melancarkan serangan balik cepat yang berbuah dua gol.

"Kami tidak boleh meremehkan Aljazair dan harus tampil efektif. Penyelesaian akhir menjadi pembeda hari ini," ujar Embolo.

Ia menilai gol cepat yang dicetaknya memberi kepercayaan diri bagi tim sepanjang pertandingan.

"Kami bermain dengan sangat matang. Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras," tambahnya.

Baca Juga: Aktivitas Sektor Jasa Italia Kembali Tumbuh pada Juni, Tekanan Biaya Mulai Mereda

Gol Cepat Embolo Buka Jalan Kemenangan

Swiss membuka keunggulan pada menit ke-10. Berawal dari keberhasilan merebut bola di area pertahanan sendiri, Johan Manzambi yang baru berusia 20 tahun melancarkan serangan balik melalui sisi kiri sebelum mengirim umpan kepada Embolo yang dengan mudah menaklukkan kiper Aljazair, Luca Zidane.

Setelah unggul, Swiss memperkuat lini tengah dengan lima gelandang saat kehilangan bola sehingga mampu membatasi ruang gerak para pemain Aljazair.

Peluang terbaik Aljazair pada babak pertama hadir melalui Ibrahim Maza menjelang turun minum, tetapi tembakannya masih melebar dari gawang.

Swiss menggandakan keunggulan sesaat setelah babak kedua dimulai. Upaya sapuan bek Aljazair, Rafik Belghali, justru mengarah ke Dan Ndoye yang tanpa kesulitan melepaskan tembakan melewati jangkauan Luca Zidane.

Kapten Aljazair Riyad Mahrez sempat memiliki peluang memperkecil ketertinggalan, tetapi tembakannya mampu diblok lini pertahanan Swiss.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Jumat (3/7), Reli Samsung dan SK Hynix Redakan Tekanan Pasar

Mahrez Akhiri Karier Bersama Timnas Aljazair

Setelah unggul dua gol, Swiss kembali menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Aljazair yang kesulitan membongkar pertahanan lawan akhirnya gagal mencetak gol hingga laga usai.

Dan Ndoye mengaku gol tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikannya setelah sempat lama absen bermain sebelum Piala Dunia.

"Saya mencoba bermain tanpa terlalu banyak berpikir dan akhirnya gol itu datang dengan sendirinya. Kekuatan kami adalah bermain sebagai sebuah tim," ujar pemain Nottingham Forest tersebut.

Sementara itu, kekalahan ini sekaligus menjadi pertandingan terakhir Riyad Mahrez bersama tim nasional Aljazair.

Baca Juga: FAO: Harga Pangan Dunia Turun pada Juni 2026, Dipicu Penurunan Harga Gula dan Susu

"Target kami adalah lolos dan saya pikir pertandingan ini sebenarnya bisa kami menangkan. Kami kebobolan karena kesalahan sendiri dan di level seperti ini kami harus membayar mahal," kata Mahrez.

Ketika ditanya apakah laga tersebut menjadi pertandingan terakhirnya di Piala Dunia, pemain berusia 35 tahun itu memastikan dirinya juga telah mengakhiri karier bersama tim nasional Aljazair.

"Ini adalah penampilan terakhir saya bersama tim nasional. Ini pertandingan terakhir saya," tegas Mahrez.