Syailendra Capital Targetkan AUM ETF Emas Capai Rp 200 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Syailendra Capital, resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026). 

Peluncuran XSGO menjadi upaya aktif Syailendra Capital untuk menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah dengan menggabungkan karakteristik reksadana dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa. 

Sejalan dengan itu, Presiden Direktur Syailendra Capital Fajar R Hidayat menargetkan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk Syailendra ETF Sharia Gold bisa menembus sekitar Rp 100 miliar-Rp 200 miliar pada tahun pertama.


Baca Juga: Saham Garuda (GIAA) Melejit, Begini Cara Hadapi Harga Avtur & Konsolidasi Pelita Air

Fajar mengatakan, target tersebut sejalan dengan prospek ETF emas yang dinilai memiliki peluang untuk menarik minat investor, baik institusi maupun ritel. 

“Dalam setahun ya? Nah, kita punya target sekitar mungkin tahun ini Rp 100 miliar-Rp 200 miliar,” ujar Fajar kepada wartawan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).

Menurut Fajar, produk exchange traded fund (ETF) sebenarnya bukan instrumen baru di pasar modal Indonesia. Sejumlah ETF sektoral telah tersedia dan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Namun, penetrasi ETF di kalangan investor ritel dinilai masih belum terlalu besar. Sebaliknya, ETF dinilai sudah cukup umum dan cukup menarik di kalangan investor institusi. 

"Kalau untuk investor ritel, ya butuh edukasi. Saya rasa karena produknya, underlying-nya juga simpel, emas. Tinggal dijelaskan, bukan hal lainnya, tetapi mekanisme pembeliannya dan lain-lain. Karena kalau kita lihat, hampir pasti saya rasa investor ritel akan tertarik," jelasnya.

Lebih lanjut, kehadiran ETF Sharia Gold menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian dan kesadaran investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. 

Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014 2025.

Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 dan pandemi Covid-19 lalu. 

Fajar menyebut, peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang.

XSGO memiliki fleksibilitas untuk diakses melalui: (1) Pasar Primer yakni melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp 1,5 miliar (asumsi harga Rp 3 juta/gram) dan (2) Pasar Sekunder melalui perusahaan efek/broker dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit atau sekitar Rp 100 ribu. 

Baca Juga: Volume Penjualan Naik di Tengah Tekanan Margin, Analis Beda Pandangan soal Saham UNVR

Emas sebagai underlying dari Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider yang juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO. 

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News