Syarat Daftar KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 dan Larangan Siswa Penerima KJP Plus



Larangan Siswa Penerima KJP Plus -  Pendaftaran Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) tahap 1 tahun 2024 akan dibuka bulan Maret ini.

Sealin persyaratan yang perlu dipahami, siswa juga wajib mematuhi peraturan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Peraturan Gubernur (Pergub) No. 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan terdapat 23 larangan yang wajib dipatuhi oleh penerima KJP Plus.


Jika siswa penerima KJP Plus melanggar salah satu atau secara kumulatif, maka akan diberikan sanksi. 

Sanksi yang diterima yakni penarikan dana KJP Plus dan penghentian KJP Plus sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh satuan pendidikan.

Berikut ini persyaratan mendaftar KJP Plus tahap 1 tahun 2024 dan larangan siswa penerima KJP Plus.

Baca Juga: Pendaftaran KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Dibuka Sebentar Lagi, Catat Syarat Daftarnya

Syarat pendaftaran KJP Plus 2024

1. Melakukan pengecekan DTKS secara online apakah sudah layak atau tidak di situs SILADU/DTKS

2. Jika status DTKS "Masuk Penetapan" maka orang tua/wali dapat melakukan pendaftaran KJP Plus

3. Meskipun sudah terdaftar di DTKS/SILADU, siswa belum tentu ditetapkan sebagai penerima KJP Plus tahap 1

4. Apabila status DTKS "Tidak Masuk Penetapan/Data Tidak Ditemukan, maka siswa tidak dapat melakukan pendaftaran KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024.

5. Tidak ada anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) berstatus: 

  • ASN baik PNS maupun PPPK
  • TNI/Polri
  • Anggota MPR RI
  • Anggota DPR RI
  • Anggota DPD RI
  • Anggota DPRD Provinsi
  • Anggota DPRD Kabupaten/Kota
  • Pegawai tetap BUMN
  • Pegawai tetap BUMD
6.Dalam 1 KK tidak ada anggota keluarga yang memiliki kendaraan roda empat atau mobil

7.Dalam 1 KK tidak ada anggota keluarga yang memiliki aset berupa tanah/bangunan dengan nilai NJOP di atas Rp 1 Miliar

8. Dalam 1 KK tidak ada anggota keluarga yang mengonsumsi air kemasan bermerk paling sedikit 19 liter

9. Melampirkan berkas persyaratan: 

  • Surat Permohonan kepada Gubernur
  • Surat pernyataan ketaatan menggunakan dana KJP Plus sesuai ketentuan
  • Formulir pendaftaran 
  • Berita Acara Penilaian Kelayakan Calon Penerima Bantuan 
  • Print out status pengecekan di SILADU/DTKS
  • Fotokopi KK dan KTP orang tua
Baca Juga: Persiapan UTBK-SNBT 2024, Pelajari Materi Tes yang Diujikan dan Jumlah Soal Tesnya

Larangan penerima KJP Plus

Merangkum Instagram Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, berikut ini daftar larangan penerima KJP Plus.

  1. Membelanjakan bansos biaya pendidikan di luar penggunaan yang telah diatur dalam Pergub
  2. Merokok
  3. Menggunakan dan mengedarkan narkotika dan obat-obatan terlarang
  4. Melakukan perbuatan asusila/pergaulan bebas/pelecehan seksual
  5. Terlibat dalam kekerasan/perundungan
  6. Terlibat tawuran
  7. Terlibat geng motor/geng sekolah
  8. Minum minuman keras/minuman beralkohol
  9. Terlibat pencurian
  10. Melakukan pemalakan/pemerasan/penjambretan
  11. Terlibat perkelahian
  12. Terlibat penipuan
  13. Terlibat mencontek massal
  14. Membocorkan soal/kunci jawaban
  15. Terlibat pornoaksi/pornografi
  16. Menyebarluaskan gambar tidak senonoh baik secara konvensional maupun melalui media daring
  17. Membawa senjata tajam dan peralatan lain yang membahayakan
  18. Sering bolos sekolah minimal 4 kali dalam 1 bulan
  19. Sering terlambat tiba di sekolah berturut-turut atau tidak berturut-turut minimal 6 kali dalam 1 bulan
  20. Menggandakan/menjaminkan bansos biaya pendidikan dan/atau buku tabungan kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun
  21. Menghabiskan bansos biaya pendidikan untuk belanja penggunaan yang tidak secara nyata dibutuhkan
  22. Meminjamkan bansos biaya pendidikan kepada pihak manapun
  23. Melakukan perbuatan yang melanggar peraturan tata tertib sekolah/peraturan sekolah
Itulah persyaratan dan daftar larangan penerima KJP Plus yang wajib diketahui dan dihindari penerima bantuan pendidikan ini. 

Mengingat sanksinya yang cukup berat, siswa perlu berhati-hati dan bijak saat menggunakan dana KJP Plus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News