Tabungan Allo Bank Tumbuh 26,35% hingga Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatat pertumbuhan saldo tabungan sebesar 26,35% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2026. Saldo tabungan bank digital tersebut mencapai sekitar Rp 1,01 triliun.

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo mengatakan, pertumbuhan tabungan perseroan ditopang oleh meningkatnya aktivitas transaksi harian nasabah, penguatan integrasi dengan ekosistem mitra, serta kemudahan akses produk simpanan.

“Nasabah semakin aktif menggunakan Allo Bank untuk transaksi harian seperti QRIS, transfer, dan pembayaran tagihan,” ujar Destya kepada kontan.co.id, Senin (19/10/2026).


Selain tabungan, dana giro Allo Bank juga mencatat pertumbuhan lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi sekitar Rp 479 miliar pada Agustus 2026.

Pertumbuhan kedua komponen tersebut turut mendorong peningkatan rasio dana murah atau current account savings account (CASA) Allo Bank menjadi sekitar 28% pada Agustus 2026, dibandingkan sekitar 16% pada akhir 2025.

Baca Juga: Allo Bank Proyeksikan NIM di Kisaran 10%-10,5% hingga Akhir 2026

“Bagi kami, tren ini adalah sinyal sehat. Semakin aktif nasabah bertransaksi, semakin besar dana yang mengendap secara alami dan berkelanjutan,” kata Destya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan dana murah, Allo Bank mengandalkan sejumlah produk simpanan, seperti Allo Grow dan Allo Deposito, yang dapat diakses mulai dari nominal kecil. Perseroan juga mengelola tingkat bunga simpanan secara kompetitif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan prinsip kehati-hatian.

Di sisi industri, Allo Bank melihat peluang pertumbuhan tabungan hingga akhir tahun masih terbuka. Hal ini sejalan dengan hasil survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk menabung.

“Namun, niat menabung perlu diiringi kemampuan menabung. Karena itu, kami melihat ruang pertumbuhan tabungan hingga akhir tahun tetap terbuka, dengan laju yang bertahap dan selektif antarsegmen,” jelas Destya.

Baca Juga: Allo Bank Catatkan Pertumbuhan Tabungan 26,35% hingga Agustus 2026

Ia menambahkan, momentum akhir tahun berpotensi mendukung penghimpunan tabungan, antara lain melalui pencairan bonus, realisasi belanja pemerintah, dan meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.

Meski demikian, kemampuan masyarakat untuk menabung masih menjadi tantangan, terutama bagi segmen ritel menengah ke bawah yang terpengaruh daya beli, inflasi, dan kondisi lapangan kerja.

Persaingan penghimpunan dana juga tetap ketat, baik antarbank maupun dengan instrumen investasi ritel seperti surat berharga negara (SBN), di tengah tingkat suku bunga acuan yang masih tinggi.

Kendati demikian, Allo Bank optimistis dapat menjaga pertumbuhan tabungan dan CASA pada kuartal IV-2026. Untuk mencapai hal tersebut, perseroan menyiapkan tiga strategi utama.

Pertama, mendorong kebiasaan menabung melalui peningkatan transaksi harian agar Allo Bank menjadi rekening utama nasabah. Kedua, memanfaatkan data dan pemahaman terhadap perilaku nasabah untuk memberikan penawaran produk yang lebih personal. Ketiga, memperluas kolaborasi ekosistem dan kemitraan, termasuk melalui layanan penggajian atau payroll.

“Tujuan kami bukan sekadar menaikkan saldo dalam jangka pendek, tetapi membangun loyalitas dan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemegang saham,” tutup Destya.

Baca Juga: Laba Allo Bank Turun 4,05%, Kredit Tumbuh 32,02% hingga Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News