KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tabungan Haji Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp 336 miliar per Juni 2026, tumbuh sekitar 5,1% dibandingkan posisi akhir 2025. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu fokus Bank Mega Syariah dalam memperkuat ekosistem haji sekaligus menghimpun dana masyarakat. Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan, akan terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas untuk mendorong pertumbuhan jumlah nasabah, simpanan dana masyarakat, serta penggunaan layanan digital bank. “Ke depan, pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan dapat terus menambah jumlah nasabah baru. Strategi ini juga ditargetkan mampu meningkatkan simpanan dana masyarakat serta penggunaan aplikasi digital Bank Mega Syariah secara berkelanjutan,” ujar Yuwono dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026). Strategi tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan “Di Antara Doa Vol. 1” yang digelar di Masjid Jami Bintaro Jaya Sektor 1 pada 29 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-22 Bank Mega Syariah ini dihadiri sekitar 1.500 peserta. Baca Juga: OJK Tetap Melihat Ruang Pertumbuhan Aset Industri Penjaminan hingga Akhir 2026 Bank Mega Syariah juga mendorong perencanaan haji sejak dini melalui kampanye GenHajj dengan slogan “Haji Mudah untuk Semua Generasi”. Kampanye ini didukung produk Tabungan Haji iB untuk nasabah dewasa maupun anak-anak. Tabungan tersebut memiliki setoran awal ringan dan bebas biaya administrasi bulanan. Sistem tabungan juga telah terhubung secara online dengan SISKOHAT Kementerian Agama untuk mempermudah pendaftaran porsi haji. Selain ekosistem haji, Bank Mega Syariah bersama CT ARSA Foundation menjalankan program MeSya Berbagi Berkah. Program ini mengajak nasabah mengombinasikan kebiasaan menabung atau berinvestasi dengan berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Yuwono mengatakan, pertumbuhan bisnis tidak hanya dilihat dari pencapaian angka kinerja, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. “Pertumbuhan juga harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya. Bank Mega Syariah berencana menyelenggarakan kegiatan “Di Antara Doa” secara rutin di berbagai masjid dengan menghadirkan ustaz dan narasumber yang relevan bagi masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tabungan Haji Bank Mega Syariah Capai Rp 336 Miliar Per Juni 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tabungan Haji Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp 336 miliar per Juni 2026, tumbuh sekitar 5,1% dibandingkan posisi akhir 2025. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu fokus Bank Mega Syariah dalam memperkuat ekosistem haji sekaligus menghimpun dana masyarakat. Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan, akan terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas untuk mendorong pertumbuhan jumlah nasabah, simpanan dana masyarakat, serta penggunaan layanan digital bank. “Ke depan, pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan dapat terus menambah jumlah nasabah baru. Strategi ini juga ditargetkan mampu meningkatkan simpanan dana masyarakat serta penggunaan aplikasi digital Bank Mega Syariah secara berkelanjutan,” ujar Yuwono dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026). Strategi tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan “Di Antara Doa Vol. 1” yang digelar di Masjid Jami Bintaro Jaya Sektor 1 pada 29 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-22 Bank Mega Syariah ini dihadiri sekitar 1.500 peserta. Baca Juga: OJK Tetap Melihat Ruang Pertumbuhan Aset Industri Penjaminan hingga Akhir 2026 Bank Mega Syariah juga mendorong perencanaan haji sejak dini melalui kampanye GenHajj dengan slogan “Haji Mudah untuk Semua Generasi”. Kampanye ini didukung produk Tabungan Haji iB untuk nasabah dewasa maupun anak-anak. Tabungan tersebut memiliki setoran awal ringan dan bebas biaya administrasi bulanan. Sistem tabungan juga telah terhubung secara online dengan SISKOHAT Kementerian Agama untuk mempermudah pendaftaran porsi haji. Selain ekosistem haji, Bank Mega Syariah bersama CT ARSA Foundation menjalankan program MeSya Berbagi Berkah. Program ini mengajak nasabah mengombinasikan kebiasaan menabung atau berinvestasi dengan berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Yuwono mengatakan, pertumbuhan bisnis tidak hanya dilihat dari pencapaian angka kinerja, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. “Pertumbuhan juga harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya. Bank Mega Syariah berencana menyelenggarakan kegiatan “Di Antara Doa” secara rutin di berbagai masjid dengan menghadirkan ustaz dan narasumber yang relevan bagi masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News