KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas semakin dilirik sebagai aset strategis dalam pengelolaan dana haji di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar global. Riset World Gold Council menunjukkan, alokasi emas sebesar 5%–15% dari total aset dapat meningkatkan imbal hasil berbasis risiko, menekan penurunan nilai saat pasar bergejolak, serta memperkuat ketahanan portofolio dalam jangka panjang. Dengan karakteristik tersebut, emas dinilai layak menjadi bagian dari portofolio dana haji.
Perencana Keuangan Finansia Consulting, Eko Endarto menilai emas menjadi pilihan menarik sebagai instrumen simpanan, terutama di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Baca Juga: AS Tingkatkan Ancaman Terhadap Kapal Iran, Begini Prospek Harga Minyak Mentah "Untuk biaya haji di Indonesia, angkanya sangat signifikan. Beda kebutuhan emasnya bisa lebih dari separuhnya," ujar Eko kepada Kontan, Jumat (24/4/2026). Ia mencontohkan, sekitar 10 tahun lalu biaya haji setara dengan sekitar 50 gram emas. Saat ini, kurang dari 25 gram emas sudah cukup untuk melunasi biaya haji. Hal ini mencerminkan kenaikan harga emas dalam jangka panjang. Kini, harga emas batangan bersertifikat Aneka Tambang (Antam) berada di kisaran Rp 2.813.000 per gram, jauh meningkat dibandingkan sekitar Rp 590.000 per gram pada satu dekade lalu. Di sisi lain, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menetapkan rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 yang dibayar jemaah sebesar Rp 54.193.806. Jemaah sebelumnya telah menyetor dana awal Rp 25 juta, sementara sisa biaya dilunasi menjelang keberangkatan. Eko menyarankan calon jamaah memanfaatkan masa tunggu untuk menabung, termasuk melalui emas.
Baca Juga: Rupiah Bertenaga, Ditutup di Rp 17.229 Per Dolar AS Hari Ini (24/4), Terkuat di Asia Menurut dia, bahkan komposisi tabungan berbasis emas hingga 100% masih dapat dipertimbangkan, terutama untuk tujuan menjaga daya beli.
"Secara historis, periode ideal menabung emas untuk haji sekitar 7-8 tahun karena ada fase kenaikan harga yang signifikan seperti dalam dua tahun terakhir," kata Eko. Eko juga memberikan saran agar calon jemaah menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dengan rutin menabung emas per gramnya, bukan rupiahnya. Contohnya, 2 gram emas per bulan atau 10 gram emas per tahun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News