Tabungan Kelas Menengah Terendah dalam 29 Bulan Terakhir, Apa Artinya?



KONTAN.CO.ID - Upaya menjaga daya beli masyarakat menjadi krusial menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2025. Langkah ini dinilai penting agar konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2026 dapat tumbuh maksimal dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Data terbaru Office of Chief Economist Bank Mandiri menunjukkan tingkat tabungan masyarakat per pertengahan Februari 2025, khususnya kelompok menengah dan bawah, masih berada dalam tren melemah meskipun mulai meningkat dibandingkan posisi Januari 2025.

“Perlu upaya menjaga daya beli dalam menghadapi Ramadan–Idulfitri 2025. Kami mengamati, meskipun meningkat dibanding Januari 2025, tingkat tabungan kelompok bawah per pertengahan Februari 2025 masih dalam tren melemah,” mengutip laporan *Daily Economic and Market* Bank Mandiri, Rabu (25/2/2026).


Tabungan Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu

Secara umum, tingkat tabungan seluruh kelompok tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, tingkat tabungan kelompok menengah menjadi yang terendah sejak Oktober 2022 atau dalam 29 bulan terakhir.

Kondisi ini mengindikasikan ruang belanja masyarakat yang lebih terbatas, terutama bagi kelompok rentan, di tengah kebutuhan konsumsi yang biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga: Moody's Ungkap 3 Risiko Utama Ekonomi Indonesia ke Depan!

Jaga Harga dan Lapangan Kerja

Office of Chief Economist Bank Mandiri menilai, fokus utama saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah dan bawah.

Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menjaga kestabilan harga bahan pokok serta meningkatkan ketersediaan lapangan kerja.

“Dengan demikian, momentum Ramadan – libur Idulfitri diharapkan dapat menjadi penyokong konsumsi rumah tangga di kuartal I 2026,” tulis laporan tersebut.

Belanja Mulai Meningkat Jelang Ramadan

Di sisi lain, belanja masyarakat mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI) per pertengahan Februari 2025, belanja masyarakat meningkat 2,3% dibanding akhir Januari 2025.

Sebelumnya, konsumsi mengalami normalisasi dari puncak belanja akhir 2024 menuju awal 2025. Normalisasi ini ditandai dengan penurunan belanja sebesar 6,8% dari puncak akhir tahun.

Tonton: Impor 105 Ribu Pikap dari India Ditunda. Menkeu: Ikuti Arahan Dasco & Presiden!

Penurunan tersebut relatif lebih moderat dibanding periode normalisasi awal 2024 yang mencapai 14,5%.

Dengan tren belanja yang mulai pulih namun tabungan yang masih melemah, momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi penentu penting bagi kekuatan konsumsi domestik pada awal tahun.

Selanjutnya: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bogor Hari Ini 26 Februari: Cek Dulu Jadwalmu!

Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bogor Hari Ini 26 Februari: Cek Dulu Jadwalmu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: