JAKARTA. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) optimistis jumlah penumpang yang akan menggunakan angkutan KRL akan terus mengalami peningkatan seiring dengan perbaikan pelayanan yang terus mereka lakukan. Tahun depan, KCJ menargetkan jumlah penumpang 292 juta atau naik 2,4% dibandingkan target yang dipatok KCJ tahun ini yakni 285 juta. Rata-rata jumlah penumpang yang diangkut KCJ setiap harinya di tahun 2016 telah mencapai 850 ribuan penumpang. Ini meningkat dari rata-rata tahun lalu yang baru mencapai 750.000 -800.000. Adapun hingga pertengahan Desember ini, KCJ telah merealisasikan 98% dari target mereka. Guna melayani penumpang yang terus meningkat tersebut, KCJ bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan pelayanan mulai dari perpanjangan peron, pembangunan under pass dan penyediaan sarana penunjang lainnya. "Kita akan fokus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang," ujar Muhammad Fadhil, Direktur Utama KCJ di Jakarta, Rabu (21/12).
Tahun 2017, penumpang KRL ditargetkan naik 2,4%
JAKARTA. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) optimistis jumlah penumpang yang akan menggunakan angkutan KRL akan terus mengalami peningkatan seiring dengan perbaikan pelayanan yang terus mereka lakukan. Tahun depan, KCJ menargetkan jumlah penumpang 292 juta atau naik 2,4% dibandingkan target yang dipatok KCJ tahun ini yakni 285 juta. Rata-rata jumlah penumpang yang diangkut KCJ setiap harinya di tahun 2016 telah mencapai 850 ribuan penumpang. Ini meningkat dari rata-rata tahun lalu yang baru mencapai 750.000 -800.000. Adapun hingga pertengahan Desember ini, KCJ telah merealisasikan 98% dari target mereka. Guna melayani penumpang yang terus meningkat tersebut, KCJ bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan pelayanan mulai dari perpanjangan peron, pembangunan under pass dan penyediaan sarana penunjang lainnya. "Kita akan fokus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang," ujar Muhammad Fadhil, Direktur Utama KCJ di Jakarta, Rabu (21/12).