KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memproyeksikan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana bisa tumbuh seiring kinerja pasar modal yang membaik. Memang, selama Oktober 2018, AUM industri reksadana di luar reksadana berdenominasi dollar AS dan penyertaan terbatas tercatat turun Rp 1,74 triliun dari September atau month on month menjadi Rp 468,26 triliun. Namun, Wawan memproyeksikan, di November 2018, dana kelolaan industri reksadana akan naik signifikan karena perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan begitu, Wawan berharap di tahun depan AUM industri reksadana bisa tumbuh 8%-10% menjadi Rp 550 triliun. Itu bila di tahun ini AUM industri reksadana bisa tembus Rp 500 triliun.
Tahun depan, dana kelolaan reksadana diperkirakan tumbuh 8%-10%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memproyeksikan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana bisa tumbuh seiring kinerja pasar modal yang membaik. Memang, selama Oktober 2018, AUM industri reksadana di luar reksadana berdenominasi dollar AS dan penyertaan terbatas tercatat turun Rp 1,74 triliun dari September atau month on month menjadi Rp 468,26 triliun. Namun, Wawan memproyeksikan, di November 2018, dana kelolaan industri reksadana akan naik signifikan karena perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan begitu, Wawan berharap di tahun depan AUM industri reksadana bisa tumbuh 8%-10% menjadi Rp 550 triliun. Itu bila di tahun ini AUM industri reksadana bisa tembus Rp 500 triliun.