Tahun depan, Hyundai gelar IPO dan rights issue



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Konglomerasi bisnis asal Korea Selatan, Hyundai, akan melancarkan dua aksi korporasi di tahun 2018. Aksi korporasi itu dilaksanakan guna meningkatkan kesehatan finansial sejumlah perusahaan afiliasinya.

Aksi pertama yang akan dilakukan Grup Hyundai adalah membawa anak usahanya dibidang penyulingan minyak, yang bernama Hyundai Oilbank melantai di bursa efek . Penawaran perdana saham atawa initial public offering (IPO) tersebut ditargetkan terlaksana pada pertengahan tahun 2018.

Saat ini, 91,1% saham Hyundai Oilbank dimiliki oleh Hyundai Robotics. Hyundai Robotics sendiri merupakan perusahaan yang menjadi induk usaha dari seluruh bisnis Grup Hyundai.


Sedangkan aksi korporasi kedua berupa penerbitan saham baru alias rights issue oleh Hyundai Heavy Industries, anak usaha yang bergerak dibisnis galangan kapal. Dari rencana tersebut, Hyundai mengincar perolehan dana segar sebanyak 1,3 triliun won atau setara US$ 1,21 miliar dengan melepas 12,5 juta saham ke pasar.

Hyundai Heavy Industries merupakan perusahaan pembuat kapal terbesar kedua di dunia. Proses penerbitan saham baru Hyundai Heavy Industries, ditargetkan selesai pada Maret 2018.

Penerbitan saham itu merupakan antisipasi Hyundai, dalam menyambut bisnis galangan kapal yang diprediksi akan kembali bersinar pada tahun 2019 mendatang.

Seperti diberitakan Bloomberg, Selasa (26/12), Jurubicara Hyundai Heavy Industries menegaskan, rights issue dilakukan guna memperbaiki kesehatan finansial perusahaannya. Rencana penggalian dana dari publik ini sejatinya telah direncanakan sejak tahun 2015.

Sementara, Hyundai Oilbank hingga pada akhir tahun 2016 membukukan penjualan sebesar 11,89 triliun won dan laba usaha sebanyak 965,7 miliar won. Sampai akhir tahun 2017 ini, Hyundai Oilbank diprediksi bakal membukukan laba bersih sebanyak 1,2 triliun won.

Seperti diberitakan www.koreatimes.co.kr, kemarin, analis memperkirakan nilai valuasi Hyundai Oilbank bisa mencapai 6 triliun won. Hyundai Robotics berharap, dari IPO tersebut, anak usahanya ini akan mendapat suntikan dana 2 triliun won. Dari jumlah itu, sebagian akan dipakai untuk membayar utang.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie