JAKARTA. Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berjalan lambat dan melenceng dari target. Tadinya, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan sekitar 60 juta penduduk sudah bisa terlayani program e-KTP sampai akhir tahun ini. Toh nyatanya, target itu terlalu bombastis. Dus, Kemdagri kini merevisi target tersebut. Diperkirakan hanya 30 juta penduduk yang bisa mendapatkan layanan e-KTP hingga akhir tahun nanti. Elvius Dailami, Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri bilang target baru tersebut lebih realistis. Maklum, Jumat lalu (25/11) saja, tercatat baru sekitar 12,8 juta penduduk yang sudah terlayani e-KTP. "Di DKI Jakarta yang terlayani sekitar 2,85 juta penduduk dan di luar DKI Jakarta sebanyak 10,04 juta penduduk," katanya, akhir pekan lalu.
Tahun ini 30 juta orang terlayani e-KTP
JAKARTA. Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berjalan lambat dan melenceng dari target. Tadinya, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan sekitar 60 juta penduduk sudah bisa terlayani program e-KTP sampai akhir tahun ini. Toh nyatanya, target itu terlalu bombastis. Dus, Kemdagri kini merevisi target tersebut. Diperkirakan hanya 30 juta penduduk yang bisa mendapatkan layanan e-KTP hingga akhir tahun nanti. Elvius Dailami, Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri bilang target baru tersebut lebih realistis. Maklum, Jumat lalu (25/11) saja, tercatat baru sekitar 12,8 juta penduduk yang sudah terlayani e-KTP. "Di DKI Jakarta yang terlayani sekitar 2,85 juta penduduk dan di luar DKI Jakarta sebanyak 10,04 juta penduduk," katanya, akhir pekan lalu.