Tahun ini, Darmi Bersaudara (KAYU) jajaki berbagai opsi diversifikasi usaha



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) tengah menjajaki berbagai rencana opsi diversifikasi usaha di tahun ini. Langkah tersebut diambil untuk membantu meningkatkan performa bisnis perseroan ke depan. 

Direktur Darmi Bersaudara Lie Kurniawan berujar, saat ini perseroan akan membuka diri dan juga mempelajari setiap peluang usaha yang sejalan atau berkaitan dengan lini usaha utama KAYU. Seperti misalnya, diversifikasi negara tujuan ekspor, merilis produk baru, hingga masuk ke lini usaha baru yang masih terkait dengan bisnis utama perseroan. 

"Tentunya kami juga akan mempertimbangkan kondisi ekonomi dalam pengambilan keputusan. Harapan kami, peluang baru ini bisa kami realisasikan dalam 6 sampai 12 bulan ke depan," ujar Lie kepada Kontan.co.id, Jumat (2/7) lalu. 


Lebih lanjut, Lie menambahkan, untuk terus menggenjot penjualan, KAYU juga akan terus berupaya mencari buyer-buyer dan area pemasaran baru di India untuk meningkatkan penjualan di semester II tahun ini. 

Seperti diketahui, KAYU menorehkan kinerja yang kurang memuaskan di kuartal pertama 2021. Melansir laporan keuangan perusahaan, penjualan bersih KAYU terjun bebas 89,11% menjadi Rp 2,64 miliar dari sebelumnya Rp 24,32 miliar di kuartal I-2020. 

Baca Juga: Lonjakan kasus Covid-19 di India pengaruhi bisnis Darmi Bersaudara (KAYU) tahun ini

Anjloknya kinerja penjualan KAYU di tiga bulan pertama tahun ini dipicu oleh merosotnya penjualan ekspor dan juga lokal. Penjualan ekspor mengalami penurunan sebesar 95,86% menjadi Rp 2,64 miliar di akhir Maret lalu. Sementara itu, untuk penjualan di segmen lokal tercatat menyusut hingga 100%, lantaran di kuartal I-2021 KAYU tidak membukukan penjualan lokal. 

Lie bilang, kondisi pandemi yang meningkat di India sejak awal tahun ini merupakan faktor utama yang mendorong anjloknya kinerja KAYU di kuartal I-2021. Hal itu membuat kondisi bisnis para buyer KAYU di India ikut terganggu sehingga banyak pembelian yang ditunda. "Hal ini ditambah lagi dengan tingginya harga freight sehingga mayoritas buyer menunda pembelian mereka," kata dia. 

Hingga saat ini, Lie belum bisa bicara banyak menyoal target pendapatan dan laba perseroan di 2021. Dia berpendapat bahwa akan lebih efektif apabila pihaknya melakukan revisi pendapatan dan laba menjelang akhir tahun, sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih pasti. 

 
KAYU Chart by TradingView

"Harapan kami, perseroan bisa membukukan kinerja yang baik di semester II-2021 sehingga bisa mengakhiri 2021 dengan hasil yang lebih baik dari tahun lalu," bebernya. 

KAYU juga turut menunda rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini. Langkah tersebut dipilih setelah melihat perkembangan bisnis perseroan sejak beberapa bulan terakhir. "Kami untuk sementara akan menunda rencana capex sampai kondisi membaik," tambahnya. 

Sedikit informasi, laba bersih tahun berjalan KAYU di kuartal I-2021 pun anjlok ke angka Rp 128,81 juta. Padahal di kuartal I-2020 KAYU masih meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,09 miliar. 

Selanjutnya: Laba bersih Darmi Bersaudara (KAYU) turun 88,28% di kuartal I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .