JAKARTA. Harga daging sapi di pasaran masih saja tinggi pasca Lebaran. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemdag), harga rata-rata daging sapi pada bulan September 2015 masih sekitar Rp 109.100 per kilogram (kg). Seharusnya harga daging sapi diharapkan turun ke level Rp 98.000-Rp 100.000 per kg. Bahkan di beberapa tempat bisa turun hingga Rp 80.000 - Rp 90.000 per kg. Tingginya harga daging sapi tersebut tak terlepas dari minimnya izin impor sapi bakalan di kuartal III yang hanya 50.000 ekor. Para Feedloter khawatir bila melepas stoknya pada bulan Agustus dan September, maka stok sapi mereka akan berkurang dan tidak bisa berjualan sampai dengan akhir Desember, yang berpotensi menganggu
cash flow perusahaan.
Suhanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemdag mengatakan, berdasarkan angka tingkat konsumsi daging sapi tahun 2015 sebanyak 2,56 per kg per kapita per tahun dan jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 sebanyak 255,461.700 jiwa, maka jumlah kebutuhan daging sapi sebanyak 653.982 ton atau setara dengan 3.843.787 ekor sapi. Kebutuhan daging sapi tersebut berasal dari pasokan dalam negeri sebanyak 2.445.577 ekor atau 60% dari potensi stok atau setara 416.090 ton daging sapi yang terdiri dari sapi potong sebanyak 3.572,688 ekor, kerbau sebanyak 448.321 ekor dan sapi perah sebanyak 54.952 ekor. "Defisit ketersediaan sapi sebanyak 1,39 juta ekor, setara 237,890 ton daging," ujar Suhanto di Gedung Bulog, Selasa (8/9). Suhanto menjelaskan, dari hasil perhitungan Rakornis Daging Sapi di Kemenko Perekonomian pada akhir Agustus 2015 lalu, untuk menutupi defisit ketersediaan sapi tersebut, dibutuhkan pasokan sapi impor sebanyak 773.149 ekor sapi dan 83,260 ton daging. Sementara impor sapi existing triwuan I, II dan II 2015 sebanyak 482.646 ekor sapi dan daging sapi sebanyak 44,809 ton. Dengan asumsi tersebut, maka kebutuhan impor sapi triwulan IV 2015 diperkirakan untuk sapi bakalan sebanyak 290.503 ekor dan 100.000 ekor sapi indukan. Sementara kebutuhan daging beku sebanyak 38.453 ton. Nah untuk izin importasi sapi bakalan triwulan ke IV, Kemdag masih membahas usulan untuk mengimpor sebanyak 300.000 ekor untuk kuartal IV 2015. Kendati begitu, jumlah tersebut masih sebatas wacana karena belum mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kemtan).
Dalam beberapa kesempatan, Mentan Andi Amaran Sulaiman mengatakan masih membahas dan menghitung berapa persis kebutuhan importasi sapi bakalan untuk kuartal IV. Namun, ia memastikan kebutuhan impor sapi bakalan tidak mencapai 300.000 ekor. Johny Liano Direktur Eksekutif Apfindo menolak mengomentari berapa kebutuhan daging sapi bakalan untuk kuartal IV. Ia bilang, pihaknya belum mengajukan volume kebutuhan Feedloter untuk kuartal IV. Namun dalam pemaparannya di Gedung Bulog, ia mengatakan saat ini banyak pasokan sapi yang sudah dipotong baik lokal maupun di perusahaan penggemukan sapi. Karena itu, ia khawatir akan terjadi kekosongan pasokan sapi pada kuartal IV. Namun ketika ditanya berapa ketersediaan dan kebutuhan para Feedoter ia menolak menjawab. "Saya sekarang puasa bicara dulu," elaknya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News