Tahun Ini, Hakaaston Mengejar Penjualan Produk Turunan Capai Rp 40 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), PT Hakaaston (HKA) terus melakukan diversifikasi bisnis khususnya di bidang industri manufaktur konstruksi aspal dan beton.

Direktur Teknik dan Operasi HKA Martin Nababan menyampaikan bahwa Produk turunan yang diproduksi antara lain Aditif Beton, Grouting dan Nano-Grout, Hakapatch, Hakasoil, Hakabase, dan Anti-fungal. HKA memaksimalkan produksi dari produk turunannya karena permintaan yang sangat tinggi.

”Salah satu produk turunan HKA yang paling banyak digunakan dalam industri beton adalah aditif beton dan hakafast, kedua campuran zat kimia tersebut memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing,” ungkap Martin, dalam siaran pers, Rabu (31/5).


Baca Juga: Hakaaston Berharap Kelola Seluruh Rest Area Ruas Tol Milik Hutama Karya Tahun Ini

Pihaknya menargetkan, pada tahun 2023 ini penjualan produk turunan HKA dapat mencapai Rp 40 miliar atau naik 200% dari tahun lalu. HKA optimistis permintaan produk tersebut masih tinggi, khususnya dalam penjualan secara retail.

Lebih lanjut dia menambahkan, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang merupakan kontraktor utama pembangunan JTTS juga kerap menggunakan produk turunan milik HKA lainnya yakni hakasoil dan hakabase.

Martin mencontohkan, pada pekerjaan pemeliharaan ruas Terbanggi-besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (TBPPKA), HKI menggunakan 52,5 ton hakasoil untuk perbaikan struktur tanah dan pondasi.

Penggunaan Hakasoil berfungsi sebagai akselerator stabilisasi tanah dan membantu menjaga tanah tetap stabil agar tidak terjadi degradasi tanah pada ruas tol.

Sedangkan produk Aditif Beton HKA merupakan produk yang paling banyak digunakan secara eksternal. Seperti penggunaannya di batching plant milik PT Semen Indogreen Sentosa untuk pekerjaan Irigasi Rentang Indramayu, Bendungan Leuwikeris di Ciamis, Tol Ruas Cisumdawu - Jatinangor, Tol Ruas Binjai - Stabat - Pangkalan Brandan, dan Bendungan Way Apu di Maluku,.

“Selain digunakan dan dipasarkan secara luas ke pihak eksternal, produk turunan HKA ini juga digunakan oleh internal HKA sendiri. Hakapatch, grouting dan nano-grout digunakan sebagai campuran bahan baku untuk pemeliharaan mayor jalan tol berbasis aspal maupun beton di ruas tol JORR-S, Akses Tanjung Priok (ATP), Palembang - Indralaya (Palindra), dan Pekanbaru - Dumai (Permai),” jelas Martin.

Baca Juga: Hakaaston Fokus Suplai Produk Aspal Hotmix ke Proyek Jalan Tol Trans Sumatra

Diversifikasi produk yang telah dilakukan sejak tahun 2020, kini terus ditingkatkan. Salah satu produk terbaru yang HKA buat adalah Anti-Fungal.

Produk ini berfungsi untuk memelihara permukaan material yang terekspos agar tidak ditumbuhi tanaman parasit seperti jamur pada material seperti barrier, ubin beton, batu alam, dan lain-lain.

HKA juga terus melakukan inovasi dengan mengembangkan self-healing asphalt yang berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto