Tahun ini, hewan korban sepi pembeli



JAKARTA. Permintaan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini tidak seramai tahun lalu. Asnawi, Ketua Asosiasi Pedagang Sapi Jabodetabek bercerita, permintaan hewan kurban tahun ini tidak sebagus tahun lalu karena dua hal. Pertama, sebagian masyarakat yang semula berniat kurban mengalihkan dananya untuk membantu korban bencana alam.Kedua, tahun ini tidak ada "momentum ucapan terimakasih" setelah pemilihan umum (pemilihan presiden dan pilkada) seperti tahun lalu. Maka, tidak ada kalangan legislatif dari partai yang membeli hewan kurban dan menyumbangkannya demi menarik simpati masyarakat. Maka, Asnawipun tidak menyediakan sapi terlalu banyak. Tahun ini, ia hanya menyiapkan 81 ekor sapi. "Tahun lalu saya menjual 97 ekor sapi," katanya Kamis (11/11). Walau permintaan sedikit, toh harga hewan untuk kurban tahun ini lebih mahal dibanding tahun lalu. Ini lantaran biaya sewa kandang dan pakan tahun ini naik. Sebagai contoh, harga sapi kurban berbobot sekitar 250 kilogram Rp 9 juta per ekor, naik 3,4% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 8,7 juta per ekor. Asnawi mengaku bisa memberi harga lebih murah karena Asnawi juga peternak.Senada dengan Asnawi, Kiki Rizki, pemilik usaha Mulki Kurban di Bandung, Jawa Barat menyatakan, harga hewan kurban baik sapi, kambing maupun domba tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. Bahkan, menurut pebisnis yang banyak mendatangkan hewan kurban dari Garut ini, harga di peternak sendiri sudah naik 15% bila dibanding tahun lalu. Belum lagi biaya angkut yang juga mengalami kenaikan tahun ini.Sekadar contoh, Kiki menjual kambing yang tahun lalu Rp 1,1 juta per ekor, sekarang dibanderol di kisaran Rp 1,25 juta per ekor. Sementara, harga jual sapi naik dari Rp 9 juta menjadi Rp 10 juta per ekor.Kendati permintaan tahun ini tak beranjak, toh para pedagang hewan kurban tetap saja optimistis bisa meraup untung lumayan. Walaupun tidak membuka angka-angka rinci, Kiki mengungkapkan margin keuntungan yang ia peroleh bisa mencapai sekitar 20% dari harga jual. Walau lebih sepi, ia tetap optimistis bisa menjual sekitar 100 ekor kambing dan 10 ekor sapi.Irsandi, pedagang hewan kurban di Depok juga mengaku manisnya bisnis hewan kurban ini. Bahkan ia mengaku bisa memperoleh marjin 25% sementara setiap tahun omzetnya tidak pernah kurang dari Rp 500 juta. Tahun ini, Irsandi menargetkan penjualan 100 ekor kambing dan domba serta 50 ekor sapi.Berbeda dengan harga sapi dan domba hidup yang merangkak naik, harga daging sapi tidak banyak berubah. Menurut Asnawi, harga daging sapi dan domba di pasar justru relatif stabil meskipun tidak mengalami penurunan karena permintaan masyarakat terhadap daging relatif tidak berubah. Situasi ini berkebalikan dengan Idul Fitri tiga bulan lalu saat permintaan daging melejit . "Kondisi ini biasanya terjadi selama dua minggu," tukas Asnawi. Anto Suharta, pedagang daging di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan mengeluhkan hal serupa. Menurut dia, harga daging sapi saat ini bertahan di level Rp 65.000 per kg walaupun sejak dua pekan lalu, harga sapi hidup terus merangkak naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News