Tahun ini, Intiland Development (DILD) targetkan marketing sales hingga Rp 2 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan dapat meraih pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 2 triliun di tahun ini. Adapun DILD juga menargetkan pendapatan berkelanjutan atau recurring income flat bisa stabil sekitar Rp 500 miliar. 

Jika dibandingkan tahun lalu, target perolehan ini lebih rendah sebelum revisi yakni senilai Rp 2,5 triliun. Adapun setelah direvisi akibat dampak pandemi Covid-19, DILD mematok marketing sales menjadi Rp 1 triliun sepanjang 2020.

“Kami targetkan markerting sales bisa mencapai Tp 2 triliun dan recurring income flat stabil di Rp 500 miliar di tahun ini,” jelas Archied Noto Pradono, Direktur PT Intiland Development Tbk (DILD) saat dihubungi KONTAN, Selasa (16/2). 


Ia mengatakan, DILD juga telah menyiapkan beberapa strategi bisnisnya di tahun ini diantaranya yakni selain mendorong penjualan secara konvensional, DILD juga tengah fokus pada digital markerting serta channeling  dari bank. Selain itu, DILD juga fokus pada media digital untuk pemasaran product dengan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Baca Juga: Intiland Development (DILD) berhati-hati dalam menaikkan harga pada tahun ini

Dengan target marketing sales di tahun ini, DILD memiliki prospek yang cukup optimis sebab dengan bunga pinjaman dan simpanan yang rendah, pelanggan akan mulai melirik properti baik end user first home buyer atau upgrade kebutuhan rumah tinggal hingga kebutuhan untuk berinvestasi. 

Adapun di tahun ini, DILD juga sudah menyiapkan capex senilai Rp 1 triliun yang akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan untuk proyek high rise dan rumah tapak. 

“Sebagian besar capex kami batasi tahun ini hanya untuk konstruksi untuk project high rise yg sudah presale dan juga rumah tapak. Capex kita berasal dari internal cashflow collection pembeli dan pencairan KPR yang jumlahnya Rp 1 triliun,” jelasnya. 

Archied juga mengatakan, DILD berencana akan ekspansi dengan menambah cluster-clustet baru untuk segmen hunian rumah tapak di Talaga Bestari, Serenia Hill, dan Magnolia Residence untuk di Jakarta dan Surabaya. 

“Realisasinya di tahun ini dan di lapangan kami sudah mulai jalan seperti di Talaga, Magnolia dan Serenia.  Progressnya sudah berjalan 20% untuk pembangunan cluster-cluster baru rumah tapak,” ujarnya. 

Sebagai informasi, segmen hunian rumah tapak menengah rupanya tengah menyumbang 68% atau Rp 638 miliar terhadap total marketing sales DILD. Dengan demikian, DILD optimistis hunian segmen menengah masih memiliki nilai yang tinggi jika dilihat dari aspek lokasi, kemudahan akses hingga fasilitas publik di daerah sekitar. 

Selanjutnya: Perekonomian belum stabil, Intiland Development (DILD) hati-hati menaikkan harga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .