Tahun Ini, Mitra Keluarga (MIKA) Bidik Pertumbuhan Kinerja Bisnis 12,5%-15%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) bersiap menghadapi tahun 2024 dengan mengincar kenaikan kinerja bisnis dibandingkan tahun sebelumnya. 

Head of Investor Relations MIKA Aditya Widjaja menyampaikan, di tahun 2024 ini MIKA optimistis dapat kembali ke pertumbuhan normal, yakni di kisaran 12,5%-15% secara tahunan, dengan tingkat margin EBITDA di kisaran 35%-37%. 

Asal tahu saja, kinerja MIKA di tahun lalu terpantau tumbuh tipis. Mengutip laporan keuangan, pendapatan bersih MIKA meningkat 5,33% year on year (YoY) menjadi Rp 4,26 triliun, dibandingkan Rp 4,04 triliun di tahun 2022. 


Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Menyiapkan Capex Rp 1 Triliun

Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan rawat inap sebesar Rp 2,87 triliun dan pendapatan rawat jalan sebesar Rp 1,39 triliun. 

Aditya menyebut, sebagian besar pertumbuhan tahun lalu berasal dari pertumbuhan volume pasien, baik rawat inap dan juga rawat jalan. Selain itu, beroperasinya rumah sakit baru juga turut mendorong volume pasien pada tahun lalu. 

“Pada tahun 2023 kami juga membuka 3 rumah sakit baru (RS), dua RS di Januari 2023, Mitra Keluarga Pamulang dan Mitra Keluarga Slawi, serta 1 RS di November 2023 yaitu Mitra Keluarga Grand Wisata, yang turut memberikan kontribusi bagi pendapatan Perseroan,” ungkap Aditya, kepada Kontan.co.id, Senin (1/4). 

Sebagai strategi pertumbuhan bisnis ke depan, pada tahun ini MIKA akan melakukan ground breaking dua hingga tiga rumah sakit baru lagi. Di mana, satu di antaranya sudah dilakukan pada Januari 2024 lalu, dan dua sisanya pada bulan April 2024 dan di semester kedua tahun ini. 

Aditya tak memerinci lebih detail di mana tepatnya ketiga lokasi rumah sakit anyar tersebut. Dia hanya menyampaikan bahwa harapannya tiga RS ini dapat beroperasi pada tahun 2025 mendatang. 

 
MIKA Chart by TradingView

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), MIKA menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun, “Untuk pembangunan 3 RS dan juga penambahan alat di RS existing saat ini,” imbuhnya. 

Sebagai tambahan informasi, hingga Desember 2023 secara total MIKA secara total sudah memiliki 30 jaringan rumah sakit, dengan tambahan 3 RS yang dibuka pada tahun lalu. 

Hingga akhir tahun 2023, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MIKA melemah ke angka Rp 916,13 miliar atau lebih rendah 8,87% yoy dibandingkan Rp 1 triliun pada tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .