Tahun ini, PLN aliri 800 desa belum berlistrik



JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (persero) tahun ini berhasil melistriki 800 desa yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan akses listrik. Hal ini merupakan komitmen perusahaan pelat merah tersebut untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki PLN, saat ini masih ada 12.000 desa yang belum mendapatkan akses listrik. Hal ini artinya tertutup juga peluang penduduk di wilayah tersebut untuk mendapatkan askes informasi.

Sofyan Basir, Direktur Utama PLN mengatakan, untuk membangun desa dan wilayah di pulau terluar, perusahaan akan memanfaatkan potensi yang ada dengan mengkombinasikan tenaga diesel, sehingga pasokan listrik ke wilayah tersebut akan lebih panjang.


Selain itu, PLN mencari harga keekonomian dengan melakukan subisidi silang, sebab sudah terntu wilayah terpencil harga listriknya lebih mahal sehingga subsidi harus dilakukan untuk memenhi kebutuhan tersebut.

"12.000 desa masih ada spot-spot kosong, hampir 5.000 desa belum bisa kita penuhi, jalan kami masih panjang dan jauh tapi akan kita kejar. Tahun ini saja, kita sudah masuk 800 desa yang sebelumnya belum pernah ada listrik, jadi bertahun-tahun, turun temurun sejak kita merdeka mereka belum mendapatkan cahaya dari listrik, gelap informasi dan gelap semuanya," ujarnya di Jakarta, Senin (19/12).

Untuk mengatasi hal itu PLN terus bekerja keras untuk bisa hadir di pelosok, oleh karena itu skema subsidi bisa dilakukan perlu diketahui saat ini cost untuk genset per kwhnya membutuhkan biaya Rp 8.000 hingga Rp 9.000, sedangkan bia PLN hadir maka trarifnya hanya Rp 400.

Imbasnya, kegiatan masyarakat akan terbantu baik dari sisi perekonomian atau pun lainnya, akses informasi juga akan terbuka lebar sehingga masalah ketertinggalan dan lainnya akan membaik.

"Komposisi pembangkit yang didaerah terluar itu 1 Kw, 2 Kw dan mungkin 1 MW paling besar, tapi ada ribuan. Tahun ini saja tuh yang 780-800 lokasi, itu totalnya tidak sampai 600 Mw, hanya 400Mw hingga 500 Mw," lanjutnya.

Dari program 35.000 Mw tersebut jumlah pembangkti untuk wilayah terpencil di total hanya mungkin 3000 MW, namun jumalh tersebut sangat krusial. Wilayah yang banyak kekruangan pasokan listrik adalah wilayah Papua, Ambon, Kalimantan Utara. Oleh karenanya upaya ini merupakan bagian negara untk bisa hadir mengaliri listrik untuk masyarakat. Namun hal ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak sehingga akan lebih mudah.

"Maka dari itu kami punya program untuk menerangi nusantara tadi, walaupun costnya ada dan tingkat kesulitannya sangat luar biasa," lanjtunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia