Tahun ini, PLN Disjaya membidik penjualan listrik sebanyak 33,05 TWh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi listrik pada tahun lalu loyo tersengat pandemi Covid-19. Kondisi itu juga tergambar pada raihan penjualan setrum dari Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya (PLN Disjaya).

General Manager PLN Disjaya Doddy Pangaribuan membeberkan, penurunan konsumsi listrik masih berlanjut pada periode kuartal I-2021. Konsumsi listrik di daerah Ibu Kota dan sekitarnya ini tercatat masih minus 5,51% dibandingkan Q1-2020.

"Hal ini disebabkan karena Januari sampai dengan pertengahan Maret 2020 belum terjadi pandemi Covid-19, sehingga pola konsumsi listrik pada periode sebelum pandemi tersebut cenderung masih normal," kata Doddy saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (10/5).


Baca Juga: Penjualan listrik meningkat, PLN Disjaya raih pendapatan Rp 3,44 triliun hingga April

Dilihat per segmen pelanggan, jumlah penjualan ke segmen industri tercatat 1,03 Gigawatt hour (GWh) atau turun 7,25%. Lalu penjualan ke segmen bisnis tercatat 2,53 GWh atau masih minus 18,22%. Sedangkan untuk penjualan ke segmen rumah tangga sebesar 3,44 GWh atau tumbuh 2,01%.

Konsumsi listrik mulai merangkak naik hingga bulan April 2021. Raihan minus mulai terpangkas menjadi hanya 1,82%. Secara tahunan, penjualan listrik bulan April 2021 sudah tumbuh 10,39% dibandingkan April 2020.

Doddy memberikan gambaran, konsumsi listrik periode Kuartal I sampai dengan April 2021 pada sektor industri sudah tumbuh sebesar 5,75%, sedangkan untuk sektor bisnis masih minus 6,91%.

Jika dibandingkan April 2021 dengan April 2020, konsumsi listrik sektor industri sudah tumbuh 31,4%, sementara sektor bisnis naik 20,1%.

Adanya larangan mudik yang berlaku mulai tanggal 6 Mei lalu juga turut mendongkrak konsumsi listrik di wilayah Disjaya.

Baca Juga: PLN Disjaya perkirakan konsumsi listrik naik akibat larangan mudik Lebaran

Hal itu tercermin dari adanya kenaikan beban puncak pada siang hari sebesar 12% dan beban puncak malam hari sebesar 9% terhadap periode yang sama tahun lalu.

"Walaupun baru berlaku di awal Mei, ternyata sudah berdampak terhadap kenaikan konsumsi listrik," jelas Doddy.

Hingga tutup tahun nanti, dia optimistis PLN Disjaya bisa membalikkan kinerja. Pasalnya pada tahun lalu total penjualan listrik tercatat 31,1 Terrawatt hour (TWh) atau turun 5,61% dibandingkan penjualan listrik tahun 2019.

Pada tahun ini, PLN Disjaya membidik penjualan listrik sebanyak 33,05 TWh atau bisa tumbuh 2,66% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto