Tahun Ini, Sekar Bumi (SKBM) Optimistis Raih Penjualan Rp 3,8 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) optimis dapat membukukan kinerja yang setidaknya setara dengan raihannya di tahun lalu. Perseroan berharap dapat mengantongi pendapatan sekitar Rp 3,8 triliun di tahun 2023. 

Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk Harry Lukmito mengatakan, sejauh ini SKBM masih melihat prospek penjualan makanan frozen laut yang masih baik. Hanya saja masih ada ketidakpastian yang terjadi di pasar global terutama dari Amerika Serikat yang tidak menentu. 

“Sehingga target setidaknya bisa sama dengan pencapaian di tahun 2022,” ujar dia dalam paparan Public Expose, Jumat (9/6). 


Baca Juga: Ekonomi AS Lesu, Sekar Bumi (SKBM) Bidik Pasar Ekspor Baru

Dalam tiga bulan pertama, SKBM mencatatkan penjualan sebesar Rp 858 miliar. Angka inu menurun cukup signifikan dari sebelumnya Rp 1,2 triliun di kuartal I-2022. 

Raihan penjualan ini dikontribusi dari penjualan makanan beku laut nilai tambah Rp 820 miliar dan bahan olahan sebesar Rp 37,9 miliar. 

Adapun produk dari frozen seafood yang diproduksi oleh SKBM meliputi udang, ikan, kaki katak, dan gurita. Kemudian ada juga produk olahan seperti dimsum, fish roll, bakso, fish and chips, shrimp roll, chicken bomb dan tempura. Produk-produk SKBM dipasarkan dengan berbagai merek di antaranya SKB, Bumifood dan Mitraku.

Saat ini, perseroan juga masih berfokus untuk memasarkan produknya di negara ekspor maupun domestik. SKBM telah memperluas cakupan ekspor yang saat ini fokus besarnya hanya di Amerika Serikat (AS). 

 
SKBM Chart by TradingView

“Kami ingin menyeimbangi permintaan baik secara ekspor maupun domestik. Namun saat ini sudah terlihat domestik mengalami peningkatan terutama pada produk dimsum dan bakso,” katanya. 

Perseroan juga akan terus melakukan inovasi dengan meluncurkan produk-produk baru lainnya di tahun ini. Misalnya saja produk dumpling dengan berbagai varian rasa seperti keju, kari, rendang dan lainnya yang sudah di luncurkan. 

Untuk memuluskan ekspansinya, perusahaan pun mengalokasikan dana belanja modal atau capex sekitar Rp 23 miliar di tahun 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .