Tahun Ini, Sky Energy Indonesia (JSKY) Fokus Bidik Segmen Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan panel surya, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) fokus membidik segmen industri khususnya mendukung program pengurangan emisi karbon. Dipilihnya segmen industri lantaran sektor residensial dinilai kurang prospektif imbas revisi kebijakan PLTS Atap.

Sebagai informasi saja, saat ini Kementerian ESDM kembali meramu Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang salah satunya akan meniadakan ekspor listrik untuk pengurang tagihan.

Bagi sejumlah pihak hal ini akan memberikan dampak bagi minat masyarakat di sektor residensial untuk berinvestasi menggunakan PLTS Atap.  


Direktur Utama JSKY, Jung Fan menyatakan di tahun ini prospek PLTS Atap khususnya residensial kurang prospektif , karena isu rencana peniadaan ekspor kelebihan daya listrik.

Baca Juga: Penjualan Panel Surya di Segmen Residensial Berpotensi Menyusut

“Dengan adanya rencana penghapusan ekspor kelebihan daya listrik dari PLTS Atap maka segmen residensial kurang begitu diminati. Namun terkait penjualan kami ke segmen residensial secara data kami tidak  cukup karena perusahaan tidak melakukan penjualan langsung ke end user untuk segmen tersebut,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (17/1).

Memang sih, jika melihat catatan Kontan.co.id sebelumnya JSKY meraih ceruk pasar residensial melalui kerja sama dengan pengembang properti.

Pada awal 2022, pihaknya bekerja sama dengan Umawar Karsa Realty untuk pengadaan solar panel atap untuk 300 unit rumah yang dimulai dari proyek di Sawangan, Depok.

Adanya tantangan di sektor residensial, Jung Fan menyatakan pihaknya akan tetap mengembangkan solar panel untuk mendukung permintaan dari sektor industri yang fokus pada insentif karbon dan program pengurangan emisi.

Melansir hasil laporan paparan publik yang diselenggarakan 29 Desember 2022, manajemen JSKY menyatakan, rencana bisnis di tahun 2023 akan fokus mengembangkan dua ceruk pasar yaitu domestik dan ekspor.

Manajemen JSKY menjelaskan, pasar domestik akan didukung hasil G20 Summit. Pihaknya akan fokus pada produk custom yang diklaim menjadi keunggulan JSKY. Melalui ini, JSKY bisa masuk ke market retail dan mengikuti proyek-proyek dari pemerintah.

Baca Juga: Ini Dampak Bila Mekanisme Ekspor Listrik PLTS Atap Dihapus

Adapun untuk pasar ekspor, Sky Energy akan memperluas volume di pasar ke Amerika Serikat dan Kanada.

Meski sudah ada bidikan pasarnya, Jung Fan belum bisa memerinci mengenai proyeksi penjualan solar panel di tahun ini.

 
JSKY Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto