Tahun ini taksi di Jakarta memakai BBG



JAKARTA. Pemerintah tak habis akal mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terus membengkak. Rencana terbaru dari Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) adalah mengajak perusahaan taksi di Jabodetabek menggunakan bahan bakar gas (BBG).

Jero Wacik, Menteri ESDM mengatakan, pihaknya akan membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di setiap pool taksi yang ada di wilayah Jabodetabek. Untuk program ini, Ia mengaku sudah melakukan audiensi dengan perusahaan taksi-taksi yang ada.

"Konversi BBM ke BBG akan melibatkan pihak swasta. Kami sediakan gasnya saja. Mulai dari taksi dan kendaraan umum," kata Jero kepada wartawan usai rapat di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Selasa (23/1).


Jero bilang nanti di setiap pool taksi akan di bangun tangki SPBG. "Jadi nanti taksi keluar dari markasnya itu sudah penuh dengan gas. Disana kita drop gasnya, jadi mudah," kata Jero.

Dia bilang, seluruh taksi di Jabodetabek bisa dikerjakan untuk membantu program konversi BBG. Efek positif lainnya, para pemilik mobil pribadi bisa melihat dan ikut terdorong melakukan konversi ke BBG.

Soal investasi, Jero belum dapat memberikan perinciannya. Dia hanya bilang, bisa dari pemerintah atau perusahaan taksi, tergantung dengan perundingan berikutnya. Terkait jumlah pool dan armada taksi yang ada di Jabodetabek pun Jero bilang masih dalam proses pembahasan. "Ini sedang dirapikan oleh kami dan Gaikindo," kata Jero.

Meski persiapannya belum matang, Jero yakin program ini bisa terlaksana tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri