Tahun ini, Waskita Karya (WSKT) bidik perolehan kontrak baru sebesar Rp 32 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 31 triliun - Rp 32 triliun pada 2021.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengatakan, proyek-proyek yang menjadi fokus Waskita pada tahun 2021 seperti infrastruktur konektivitas, infrastruktur pengairan, Gedung dan pengembangan kawasan serta EPC dan Industri

"Di dalamnya juga termasuk target proyek dari luar negeri sebesar 5%-10% dari total kontrak yang dibidik Waskita secara keseluruhan," ujar Ratna kepada kontan.co.id, Selasa (5/1)


Sementara itu, perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) Waskita sampai dengan akhir Desember 2020 diperkirakan mencapai target yang ditetapkan yaitu Rp 26 triliun. "Saat ini Waskita dalam proses melakukan rekonsiliasi perolehan kontrak dengan seluruh unit operasi terkait," kata Ratna.

Di tahun 2021, Waskita juga menargetkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 triliun dimana sekitar 80% akan dialokasikan untuk menyelesaikan ruas tol investasi dibawah PT Waskita Toll Road yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. 

Baca Juga: Jadi alternatif pendanaan, Waskita Karya (WSKT) akan divestasi 11 ruas tol ke SWF

"Sementara itu sekitar 10% akan digunakan untuk pengembangan realty, termasuk pembelian land bank dan pembangunan proyek realty yang sedang berjalan," tambah Ratna.

Di sepanjang tahun 2020, perolehan kontrak baru Waskita Karya masih didominasi oleh proyek infrastruktur konektivitas yang memiliki porsi 45,5%. Selanjutnya kontrak dari proyek infrastruktur perairan sebesar 15%, proyek gedung 18,2%, serta EPC dan industri sekitar 31,2%.

Waskita bersama dengan anak usahanya memiliki beberapa strategi untuk mendongkrak kinerja nya di tahun ini, yaitu perbaikan arus kas yang pertama adalah fokus pada proyek pasar eksternal yang bersumber dari BUMN, Pemerintah, Swasta, hingga ke luar negeri. Yang kedua melakukan pelepasan ruas jalan tol yang dimiliki Waskita.

Strategi yang ketiga adalah retrukturisasi hutang serta melakukan efisiensi beban usaha serta optimalisasi belanja modal dan investasi, serta yang terakhir yaitu memperkuat kapabilitas internal perusahaan khususnya keunggulan di bidang teknologi konstruksi.

Selanjutnya: Waskita Karya (WSKT) menyiapkan capex Rp 11,5 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .