Tahun Lalu Lesu, Begini Prospek Kinerja Emiten Media SCMA dan MNCN pada 2024



 

KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Kinerja emiten media, seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) masih lesu sepanjang 2023. Ini sebabkan oleh menyusutnya pundi-pundi pendapatan kedua emiten itu. 

Misalnya, pendapatan usaha MNCN ambles 15,70% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 8,54 triliun di 2023. Di tahun sebelumnya, MNCN masih mengantongi pendapatan sebesar Rp 10,15 triliun. 

Alhasil, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih MNCN mencapai Rp 1,03 triliun sepanjang 2023. Capaian tersebut ambles 49,78% YoY dari Rp 2,05 triliun di 2022. 


Baca Juga: Pendapatan Lesu, Laba Bersih Surya Citra Media (SCMA) Tergerus Sepanjang 2023

Setali tiga uang, pendapatan bersih SCMA juga terkoreksi sepanjang 2023. Pendapatan neto grup Emtek ini turun 8,68% YoY dari Rp 7,13 triliun di 2023 menjadi Rp 6,5 triliun. 

 
SCMA Chart by TradingView

Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SCMA mencapai Rp 334,60 miliar di 2023. Raihan ini ambles 60,46% secara tahunan dari Rp 846,36 miliar sepanjang 2022. 

Team Research Kiwoom Sekuritas memaparkan kebijakan Analog Switch Off (ASO) memang masih berdampak pada emiten media. Selain itu, ada sentimen dari belanja iklan yang mengalami penurunan. 

"Kalau berkaca pada pemilu yang telah diselenggarakan, belum ada efek perubahan kepada kinerja emiten media. Pendapatan iklan juga masih turun," jelasnya kepada Kontan baru-baru ini. 

Baca Juga: Proyeksi Belanja Iklan di Bulan Ramadan dan Rekomendasi Emiten Media: SCMA dan MNCN

Kiwoom Sekuritas menilai gelaran pemilu masih belum memberikan efek signifikan kepada emiten media. Untuk itu, Team Research Kiwoom Sekuritas menyarankan untuk wait and see terlebih dahulu. 

Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli mencermati sektor media masih sulit untuk pulih karena tidak ada lagi katalis pendukung selain gelaran pemilihan umum (pemilu). 

"Oleh karenanya, prospek untuk 2024 masih kurang bagus. Sebaiknya hindari dulu SCMA dan MNCN sampai adanya potensi perbaikan kinerja keduanya," kata Christopher. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli