JAKARTA. Banyaknya arus modal asing jangka pendek yang keluar, membuat surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) pun kian mengecil. Tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat surplus neraca pembayaran sebesar US$ 11,856 miliar. Jumlah ini menyusut 60,85% dibandingkan surplus neraca pembayaran tahun 2010 yang mencapai US$ 30,285 miliar. Surplus neraca pembayaran mengempis lantaran surplus pada transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial juga berkurang. Ambil contoh, surplus transaksi berjalan, pada 2010 mencapai US$ 5,144 miliar, tapi tahun lalu hanya US$ 2,070 miliar. Suplus pada transaksi berjalan mengecil, salah satunya karena pertumbuhan impor yang cukup cepat pada tahun lalu. Pada 2011, impor tercatat sebesar US$ 166,12 miliar, lebih besar dari 2010 yang tercatat US$ 127,45 miliar.
Tahun Lalu, surplus neraca pembayaran turun 60,85%
JAKARTA. Banyaknya arus modal asing jangka pendek yang keluar, membuat surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) pun kian mengecil. Tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat surplus neraca pembayaran sebesar US$ 11,856 miliar. Jumlah ini menyusut 60,85% dibandingkan surplus neraca pembayaran tahun 2010 yang mencapai US$ 30,285 miliar. Surplus neraca pembayaran mengempis lantaran surplus pada transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial juga berkurang. Ambil contoh, surplus transaksi berjalan, pada 2010 mencapai US$ 5,144 miliar, tapi tahun lalu hanya US$ 2,070 miliar. Suplus pada transaksi berjalan mengecil, salah satunya karena pertumbuhan impor yang cukup cepat pada tahun lalu. Pada 2011, impor tercatat sebesar US$ 166,12 miliar, lebih besar dari 2010 yang tercatat US$ 127,45 miliar.