Tahun Politik, Reksadana Pasar Uang Masih Menarik Dikoleksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana pasar uang diprediksi masih mencatatkan kinerja positif di tahun 2024. Bahkan, berdasarkan data Infovesta, produk-produk reksadana pasar uang mencatatkan pertumbuhan imbal hasil (return) paling lumayan yang tercermin dari Infovesta 90 Money Market Fund Index, yang di mana tumbuh sekitar 0,41% di Januari 2024.

CEO Pinnacle Investment Indonesia (PT Pinnacle Persada Investama) Guntur Putra mengatakan, secara keseluruhan potensi kinerja dan return reksadana pasar uang di tahun ini dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk kebijakan suku bunga oleh bank sentral, kondisi pasar keuangan global, dan sentimen investasi. 

Namun menurut Guntur, reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan yang menarik untuk dikoleksi pada tahun 2024, apalagi bagi para investor yang mencari keamanan dan likuiditas yang tinggi. 


Selain itu, berdasarkan historis, kinerja reksadana pasar uang juga selalu stabil bahkan tercatat positif setiap tahunnya, meskipun potensi return bisa lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham atau obligasi. Akan tetapi, masih menarik untuk dikoleksi sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. 

Baca Juga: Catat! Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis & Arah IHSG pada Pekan Pemilu & Pilpres

“Reksadana pasar uang masih cukup menarik untuk dikoleksi pada tahun 2024, karena risikonya paling rendah dan likuid, sehingga para investor tenang jika berinvestasi di instrumen ini,” ujar Guntur kepada Kontan.co.id, Jumat (9/2). 

Guntur mengatakan, reksadana pasar uang cocok untuk keperluan dana darurat, simpanan jangka pendek, atau sebagai tempat parkir dana sementara menunggu peluang investasi yang lebih baik. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan beberapa katalis yang dapat mempengaruhi kinerja reksadana pasar uang antara lain yakni, kebijakan suku bunga oleh bank sentral, kondisi ekonomi makro, dan kestabilan pasar keuangan global. 

Menurutnya, jika suku bunga tetap rendah atau cenderung turun, reksadana pasar uang dapat menghasilkan return yang stabil namun moderat. Dia mengatakan, potensi return dengan kondisi tingkat suku bunga saat ini mungkin berkisar antara 3-5% per tahun (net) tergantung pada faktor-faktor tersebut. 

“Perlu diketahui bahwa potensi kinerja di reksadana sudah net mengingat pajak reksadana sudah final,” kata dia. 

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Diramal Meraup Return Hingga 5,25% Tahun Ini

Secara keseluruhan, dia menuturkan bahwa reksadana pasar uang sering dialokasikan oleh investor sebagai alternatif yang lebih baik jika dibandingkan dengan deposito bank, karena dari sisi tingkat likuiditas lebih tinggi, kemudian pencairan reksadana bisa dilakukan kapan saja dan tidak perlu dikunci selama satu bulan, tiga bulan, atau enam bulan dan seterusnya.

“Juga dari sisi kinerja, secara keseluruhan sangat kompetitif dan bisa bersaing dengan return deposito bank,” kata Guntur. 

Dia menilai, rata-rara kondisi reksadana pasar uang masih berpotensi mendapatkan kinerja di level 3%-5% net, tergantung dari strategi yang dilakukan oleh masing-masing manajer investasi dalam pengelolaan reksadana pasar uang yang dikelolanya. 

“Tentu kondisi pasar juga dinamis dan dapat berubah, bahkan dapat mempengaruhi potensi kinerja reksadana pasar uang juga,” ujar Guntur. 

Baca Juga: Walau IHSG Minus, Reksadana Saham Mampu Cetak Return Positif di Bulan Januari 2024

Investasi Reksadana Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Dikoleksi pada Tahun Ini

Sementara itu, Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi mengatakan instrumen investasi reksadana masih cukup menarik untuk dikoleksi pada tahun ini. Untuk itu, menurut dia waktu yang tepat untuk membeli reksadana adalah sedini mungkin agar bisa segera meraih tujuan investasi. 

“Namun, para investor tetap harus memastikan untuk mempertimbangkan risiko dan keuntungan dari reksadana tersebut sebelum membelinya,” kata Reza kepada Kontan.co.id, Jumat (9/2). 

Selain itu, dia mengatakan, yang membuat investasi reksadana masih cukup menarik untuk dikoleksi pada tahun ini juga karena tingkat inflasi tahun 2024 diprediksi lebih terkendali dan pertumbuhan ekonomi sesuai ekspektasi. 

“Pasalnya di tahun 2024 ini juga terdapat penyelenggaraan Pemilu, yang diharapkan bisa mendorong kenaikan beberapa sektor bisnis,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati