Taipan Tembaga China, He Jinbi, Dihukum Seumur Hidup karena Penipuan



KONTAN.CO.ID - Pengusaha tembaga China, He Jinbi, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena kasus penipuan dan sejumlah pelanggaran lain yang dilakukan perusahaan yang didirikannya, Maike Metals International Co.

Dalam laporan Bloomberg pada Senin (26/10), pengadilan di Xi'an, China, menyatakan Maike bersalah atas penipuan kontrak, penyuapan, dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Putusan terhadap perusahaan tersebut dijatuhkan pada September 2026, sebelum He Jinbi yang kini berusia 61 tahun dijatuhi hukuman seumur hidup.


Kasus ini mendapat perhatian luas karena Maike merupakan salah satu perusahaan perdagangan tembaga besar di China.

Aktivitas perusahaan tersebut bahkan disebut membuat sejumlah bank China menghadapi potensi kerugian lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp18,17 triliun.

Baca Juga: Bos Vingroup Masuk Daftar Miliarder Paling Untung di Dunia, Harta Tambah Rp97 Triliun

Kasus He Jinbi dan Maike Metals

He Jinbi mendirikan Maike Metals pada Juni 1993 dan kemudian mengembangkan bisnisnya ke pasar internasional.

Pada 1999, ia mendirikan perusahaan berbasis di Hong Kong untuk memperluas kegiatan bisnisnya.

Mengutip The Standard HK, perusahaannya juga menjalin hubungan dengan sejumlah bank selama lebih dari satu dekade dan secara rutin membayar pinjaman.

Sayangnya, kondisi bisnis Maike memburuk setelah pandemi COVID-19 mengganggu aktivitas perdagangan dan arus kas perusahaan.

Menurut laporan yang dikutip Bloomberg, Maike kemudian menghadapi krisis likuiditas hingga akhirnya menjalani restrukturisasi pada 2023.

Tim pembela He berpendapat bahwa perusahaan maupun pendirinya tidak bermaksud melakukan penipuan.

Mereka menyatakan Maike tetap berupaya memenuhi kewajiban pinjamannya meskipun arus kas perusahaan terganggu akibat pembatasan selama pandemi.

Pihak pembela juga berargumen bahwa sebagian kerugian yang dialami bank dapat disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian risiko dan prosedur internal di masing-masing lembaga keuangan.

Baca Juga: Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Susut Rp106 Triliun Usai Peringatan MSCI

Dari Miliarder hingga Dipenjara Seumur Hidup

Sebelum bisnisnya mengalami krisis, He Jinbi sempat masuk dalam daftar orang kaya China.

Pada 2022, He dan istrinya tercatat dalam Hurun Rich List di posisi ke-1.221 dengan estimasi kekayaan mencapai 5 miliar yuan.

Namun, kondisi Maike berubah drastis setelah perusahaan mengalami krisis likuiditas yang semakin parah.

Pada Oktober 2023, para eksekutif senior Maike kehilangan kontak dengan He dan meyakini bahwa sang pengusaha telah ditahan oleh aparat.

Maike kemudian mengajukan kebangkrutan pada November 2023.

Hampir tiga tahun setelah krisis tersebut, perjalanan bisnis He Jinbi berujung pada hukuman seumur hidup. 

He Jinbi telah mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Baca Juga: 10 Saham Bank AS Pilihan Miliarder di 2026, Capital One Terfavorit