Taiwan Latihan Pertahankan Jembatan Strategis, Antisipasi Potensi Serangan China



KONTAN.CO.ID - Militer Taiwan menggelar latihan mempertahankan sebuah jembatan strategis yang menjadi jalur penting menuju ibu kota Taipei dalam rangkaian latihan perang tahunan Han Kuang.

Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan Taiwan menghadapi potensi serangan dari China.

Baca Juga: Kontroversi Coach Hong Myung-bo Berlanjut, Polisi Geledah Federasi Sepak Bola Korsel


Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), latihan pada Kamis (6/8) itu memasuki hari kedua dari rangkaian latihan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari.

Latihan tersebut berfokus pada kesiapan tempur Taiwan dalam menghadapi kemungkinan serangan China.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berulang kali menyatakan akan menyatukan pulau itu dengan China, termasuk melalui kekuatan militer jika diperlukan.

Dalam latihan kali ini, pasukan Taiwan berlatih mempertahankan Jembatan Danjiang, yang mulai beroperasi awal tahun ini. Jembatan tersebut melintasi muara Sungai Tamsui yang mengarah ke Taipei, meskipun secara administratif berada di Kota New Taipei.

Jembatan Danjiang dinilai memiliki nilai strategis karena dapat menjadi jalur tercepat bagi pasukan China menuju ibu kota apabila berhasil dikuasai dalam situasi perang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jumat (7/8) Pagi, Brent ke US$ 83,48 & WTI ke US$ 78,84

Pada latihan malam hari itu, para prajurit memasang berbagai penghalang, kawat berduri, dan karung pasir di sepanjang jembatan yang merupakan jembatan kabel asimetris bertiang tunggal terpanjang di dunia.

Kendaraan militer dan truk pengangkut juga dikerahkan ke lokasi untuk membawa perlengkapan pertahanan.

Di sisi lain, sebagian jalur jembatan tetap dibuka sehingga pesepeda dan pejalan kaki masih dapat melintas selama latihan berlangsung.

Peneliti dari Institute for National Defence and Security Research Taiwan Chieh Chung mengatakan, pengamanan Jembatan Danjiang akan menjadi faktor krusial apabila terjadi perang.

Menurutnya, apabila pasukan China berhasil merebut dan mempertahankan jembatan tersebut tetap terbuka, mereka dapat dengan cepat memindahkan personel dan logistik melintasi Sungai Tamsui menuju wilayah utara, sehingga memperoleh akses langsung ke kawasan luar pertahanan Taipei.

"Jika Jembatan Danjiang tetap terbuka, pasukan utama dapat dengan cepat menyeberangi sungai dan bergerak menuju Taipei," kata Chieh kepada Reuters.

Baca Juga: Serangan Houthi Lukai 11 Warga Sipil di Arab Saudi, Riyadh Waspadai Eskalasi Ancaman

Ia menjelaskan bahwa penguasaan jembatan akan memungkinkan pasukan China mengirimkan sejumlah besar personel dan perlengkapan militer dari lokasi pendaratan di pesisir utara Taiwan menuju ibu kota dalam waktu singkat.

Meski latihan tersebut tidak mensimulasikan penutupan total jembatan, Chieh menilai kegiatan itu memberikan kesempatan bagi militer Taiwan untuk mengumpulkan data mengenai kecepatan pemasangan rintangan serta sumber daya yang dibutuhkan untuk menutup akses jembatan apabila terjadi perang.

Pemerintah Taiwan terus menolak klaim kedaulatan China atas pulau tersebut dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.