Taiwan Rampungkan Uji Coba Bawah Laut Perdana Kapal Selam Produksi Dalam Negeri



KONTAN.CO.ID - Taiwan berhasil menyelesaikan uji coba laut bawah air perdana untuk kapal selam pertama yang dikembangkan secara domestik pada Kamis (30/1/2026).

Uji coba ini menjadi tonggak penting dalam upaya Taiwan memperkuat daya tangkal terhadap angkatan laut China serta melindungi jalur pelayaran strategis jika terjadi konflik.

Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, menjadikan program kapal selam buatan dalam negeri sebagai elemen kunci modernisasi militernya.


Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan militer Beijing, yang hampir setiap hari menggelar latihan militer untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas pulau tersebut.

Baca Juga: Perdagangan Emas Thailand Diawasi Ketat, Dampak dari Penguatan Baht

Program kapal selam ini melibatkan keahlian dan teknologi dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Kerja sama tersebut dinilai sebagai terobosan bagi Taiwan yang selama ini menghadapi isolasi diplomatik, sementara pemerintahnya menolak klaim teritorial China.

CSBC Corp Taiwan, perusahaan yang memimpin pembangunan delapan kapal selam yang direncanakan menyatakan, kapal pertama yang diberi nama Narwhal telah berhasil menyelesaikan uji coba bawah laut perdananya.

Uji coba tersebut berupa navigasi terendam di perairan dangkal dan dilakukan di lepas pelabuhan Kaohsiung, Taiwan selatan.

“Kapal selam merupakan kemampuan strategis utama dengan daya tangkal yang signifikan,” ujar CSBC dalam pernyataannya.

Baca Juga: Trump Gugat IRS dan Departemen Keuangan AS US$10 Miliar Terkait Kebocoran SPT Pajak

Kapal selam Narwhal awalnya dijadwalkan diserahkan kepada angkatan laut Taiwan pada 2024 untuk melengkapi dua kapal selam lama yang dibeli dari Belanda pada era 1980-an. Namun, proyek ini mengalami sejumlah keterlambatan.

“Karena keterbatasan lingkungan internasional dan tekanan dari Partai Komunis China, program kapal selam buatan dalam negeri Taiwan sejak awal hingga kini menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” kata CSBC.

Pemerintah Taiwan menargetkan sedikitnya dua kapal selam buatan dalam negeri dapat dioperasikan pada 2027, dengan kemungkinan kapal generasi berikutnya dilengkapi sistem persenjataan rudal.

Kapal selam pertama ini menelan biaya sekitar NT$49,36 miliar atau setara US$1,58 miliar. Sistem tempurnya menggunakan teknologi Lockheed Martin dan dipersenjatai torpedo berat Mark 48 buatan Amerika Serikat.

Kekuatan militer Taiwan jauh lebih kecil dibandingkan China, yang memiliki tiga kapal induk operasional, kapal selam rudal balistik, serta tengah mengembangkan jet tempur siluman.

Baca Juga: Harga Emas Terbang Tinggi, Tapi Bos The Fed Bilang Tak Perlu Heboh

Untuk mengimbangi ketimpangan tersebut, Taiwan mengadopsi strategi asymmetric warfare dengan mengandalkan sistem bergerak dan lincah seperti kapal selam, drone, dan rudal darat bergerak.

Presiden Taiwan Lai Ching-te pada November 2025 mengumumkan pemerintah akan menambah anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar guna memperkuat kemampuan militer menghadapi tekanan regional.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (30 Januari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: Simak Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Jumat 30 Januari 2026