KONTAN.CO.ID - Taiwan pada Jumat (15/5/2026) menyampaikan terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah menyatakan dukungan dan komitmennya terhadap perdamaian serta stabilitas, serta menegaskan kembali bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah. Pernyataan itu disampaikan menjelang hari kedua kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke China.
Reuters melaporkan, Amerika Serikat merupakan pendukung internasional terpenting bagi Taiwan, yang diklaim sebagai bagian dari wilayah China. AS juga terikat oleh undang-undang untuk menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan. China menuntut agar penjualan senjata tersebut dihentikan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis menegaskan bahwa isu Taiwan yang diperintah secara demokratis telah muncul dalam pembicaraan Trump dengan Presiden Xi Jinping, namun kebijakan AS terhadap pulau tersebut tetap tidak berubah.
Dalam pernyataan yang dirilis kementeriannya, Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung berterima kasih kepada AS karena berulang kali menyatakan dukungan serta menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, sekaligus menegaskan kembali bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah. Kementerian tersebut menambahkan bahwa militer China terus beroperasi di sekitar Taiwan dengan melakukan aksi “pelecehan dan intimidasi”. Hal itu, menurut kementerian, “menunjukkan bahwa Beijing merupakan risiko besar bagi perdamaian dan stabilitas regional saat ini”.
Baca Juga: Perang Iran Belum Reda, Tapi 30 Kapal Tanker Lolos Selat Hormuz, Minyak Ditutup Datar Xi mengatakan kepada Trump pada Kamis bahwa penanganan yang keliru atas perbedaan kedua negara terkait Taiwan dapat mendorong hubungan China-AS ke “situasi yang berbahaya”. Rubio mengatakan kepada
NBC bahwa akan menjadi “kesalahan besar” jika China menggunakan kekuatan terhadap Taiwan. Menanggapi pernyataan Rubio melalui akun X miliknya pada malam hari yang sama, Joseph Wu, sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, menyatakan sependapat dengan pandangan tersebut. “Kami bertekad mempertahankan status quo dan mencegah agresi,” tulis Wu. Aktivitas militer harian China di sekitar Taiwan belum berhenti. Pada Jumat pagi, dalam laporan harian mengenai pengerahan China selama 24 jam sebelumnya, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan terdapat tujuh kapal perang yang terdeteksi, namun tidak ada pesawat.
Tonton: Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: Bisa Picu Konflik Besar AS-China! Trump dijadwalkan pulang pada Jumat sore setelah minum teh dan makan siang bersama Xi. Tabel Ringkasan Poin Utama
| Isu Utama | Keterangan |
| Lokasi | Taipei, Taiwan |
| Momen | Hari kedua kunjungan kenegaraan Trump ke China |
| Sikap Taiwan | Berterima kasih pada AS atas dukungan dan komitmen stabilitas |
| Pernyataan AS | Kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah |
| Pejabat AS | Menlu AS Marco Rubio |
| Sikap China | Menilai salah kelola isu Taiwan bisa bawa hubungan ke titik “berbahaya” |
| Tuduhan Taiwan | Militer China melakukan “pelecehan dan intimidasi” |
| Aktivitas Militer China | 7 kapal perang terdeteksi, tanpa pesawat (24 jam terakhir) |
| Sikap Taiwan soal konflik | Pertahankan status quo dan cegah agresi |
| Jadwal Trump | Pulang Jumat sore setelah teh dan makan siang dengan Xi |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News