Taiwan–AS Bahas Kerja Sama Teknologi, AI, dan Drone dalam Forum Tingkat Tinggi



KONTAN.CO.ID - Pejabat senior Taiwan dan Amerika Serikat (AS) membahas penguatan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi, dan drone dalam sebuah forum tingkat tinggi yang pertama kali digelar pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump periode pertama.

Dalam pertemuan tersebut, Departemen Luar Negeri AS menyebut Taiwan sebagai “mitra vital”.

AS merupakan pendukung internasional terpenting sekaligus pemasok utama persenjataan bagi Taiwan, meski kedua pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.


Baca Juga: Harga Minyak Bervariasi, Disokong Kekhawatiran Pasokan AS yang Berlanjut

Forum U.S.-Taiwan Economic Prosperity Partnership Dialogue pertama kali diselenggarakan pada November 2020.

Dalam pernyataan pada Selasa (28/1), Departemen Luar Negeri AS menyebut putaran keenam dialog tersebut dipimpin oleh Under Secretary for Economic Affairs AS Jacob Helberg dan Menteri Ekonomi Taiwan Kung Ming-hsin, yang tengah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

Kedua pihak menandatangani pernyataan terkait Pax Silica Declaration, sebuah inisiatif yang dipimpin AS untuk mengamankan rantai pasok AI dan semikonduktor, serta kesepakatan mengenai kerja sama keamanan ekonomi AS–Taiwan.

“Taiwan adalah mitra vital dalam berbagai inisiatif ekonomi penting ini, dan sektor manufaktur canggihnya memainkan peran kunci dalam mendorong revolusi AI,” ujar Departemen Luar Negeri AS.

Dialog tersebut juga mencakup pembahasan keamanan rantai pasok, termasuk keterkaitannya dengan AI, sertifikasi komponen drone, serta kerja sama di bidang mineral kritis.

“Diskusi difokuskan pada kemajuan dalam merespons tekanan ekonomi, mendorong kerja sama di negara ketiga, serta mengatasi hambatan terkait pajak guna meningkatkan investasi antara Amerika Serikat dan Taiwan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai salah satu produsen utama semikonduktor canggih dunia yang menjadi tulang punggung pengembangan AI, Taiwan sejak lama mendorong perjanjian penghindaran pajak berganda dengan AS, yang diyakini dapat meningkatkan investasi bilateral.

Baca Juga: Dolar Terpuruk Rabu (28/1) Usai Pernyataan Trump, Euro, Yen, dan Pound Melonjak

Awal bulan ini, Taiwan dan AS juga telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif ekspor Taiwan ke AS serta mendorong peningkatan investasi Taiwan di sektor semikonduktor dan industri lainnya di AS.

Namun, China secara rutin memprotes setiap bentuk interaksi antara pejabat Taiwan dan AS. Beijing menegaskan bahwa Taiwan adalah urusan dalam negeri China dan merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar Washington.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.

Selanjutnya: IHSG Dibuka Rontok 6% Lebih ke 8.398, Top Losers LQ45: DSSA, EXCL & BRPT, Rabu (28/1)

Menarik Dibaca: Dynamite Kiss dan 6 Drakor Ini Punya Adegan Ciuman Paling Intim, Berani Nonton?