Tak ada sektor yang positif, IHSG pagi melempem



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung meluncur ke zona merah pada pembukaan pagi ini (29/4). Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.21 WIB, indeks mencatatkan penurunan 0,56% menjadi 4.820,18.

Ada 115 saham yang menjadi beban indeks pagi ini. Sementara, jumlah saham yang naik hanya 78 saham dan 61 saham lainnya diam di tempat.

Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 1,192 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,378 triliun.


Sepuluh sektor tak berdaya. Tiga sektor dengan penurunan terbesar antara lain: sektor konstruksi turun 0,89%, sektor infrastruktur turun 0,64%, dan sektor industri lain-lain turun 0,64%.

Saham-saham indeks LQ 45 yang berada di jajaran top losers antara lain: PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 3,93% menjadi Rp 1.835, PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) turun 3,7% menjadi Rp 1.560, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,92% menjadi Rp 1.830.

Di sisi top gainers indeks LQ 45, saham-sahamnya adalah: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 3,15% menjadi Rp 18.850, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,35% menjadi Rp 750, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,67% menjadi Rp 14.925.

Asia pun lemah

Langkah IHSG senasib dengan bursa Asia. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.51 waktu Tokyo, lebih dari 40 saham yang melorot dari setiap 1 saham yang naik di indeks MSCI Asia Pacific -di luar bursa Jepang.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21%, indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%.

Pergerakan pasar hari ini masih diwarnai sentimen negatif dari bank sentral dunia yang tidak banyak melakukan aksi untuk menggerakkan perekonomian. Kemarin, misalnya, Bank of Japan memutuskan untuk tidak menambah stimulus.

Selain itu, reli harga minyak dunia terhenti. Pagi ini, harga minyak turun dari posisi tertingginya dalam lima bulan di level US$ 46 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie